H-8 Lebaran, Agen Terminal Pondok Cabe Keluhkan Terminal Bayangan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BPTJ Bambang Prihantono meresmikan Terminal Tipe A Pondok Cabe, Tangerang. 31 Desember 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Kepala BPTJ Bambang Prihantono meresmikan Terminal Tipe A Pondok Cabe, Tangerang. 31 Desember 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Sudah memasuki H-8 Lebaran, karyawan tiket PO bus Murni Jaya, Zakaria mengaku penjualan tiket di terminal Pondok Cabe tidak begitu pesat.

    Pasalnya banyak terminal bayangan yang masih beroperasi di wilayah Tangerang-Jakarta Selatan.. "Coba lihat saja masih ada agen di terminal bayangan Ciputat dan Lebak Bulus, kalau disana masih ada, ya disini pasti tidak ramai," ungkapnya saat ditemui di terminal Pondok Cabe, Selasa 28 Mei 2019.

    Baca juga : Menjelang Lebaran, 50 PO Bus di Terminal Pondok Cabe Siap Layani Pemudik

    Menurut Zakaria, lokasi terminal bayangan tersebut juga menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat, lokasi agen dan termial bayangan berada persis dipinggir jalan.

    "Mereka lokasinya strategis, ada dipinggir jalan jadi akses dari mana saja melewatinya, sedangkan terminal Pondok Cabe ini dari jalan raya masuk kedalam saja jauh," ujarnya.

    Sementara salah seorang karyawan tiket PO bus Agra Mas, Saragih juga mengatakan hal yang sama, apabila ingin terminal Pondok Cabe ramai, maka agen dan terminal bayangan harus ditiadakan.

    "Ya kalau mau disini ramai, jangam ada agen dan terminal bayangan diluar sana, kalau masih ada ya di terminal Pondok Cabe tetap seperti ini, tidak  ramai," imbuhnya.

    Baca juga : Efek Mudik Gratis, Agen Tiket Bus AKDP di Terminal Bekasi Sepi Pemudik

    Pantauan Tempo di terminal Pondok Cabe, banyak bus yang terparkir untuk menunggu giliran berangkat. Adapun bus yang berangkat penumpang di dalam bus tidak penuh hanya 3 sampai 6 orang saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.