Ditampung di Panti, Begini 52 Anak Terlibat Rusuh 22 Mei Dibina

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berhamburan setelah helikopter menyiramkan air untuk memadamkan ban yang dibakar oleh massa saat kerusuhan 22 Mei di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Polisi telah menangkap 99 orang tersangka pelaku kerusuhan di Petamburan. TEMPO/Amston Probel

    Sejumlah orang berhamburan setelah helikopter menyiramkan air untuk memadamkan ban yang dibakar oleh massa saat kerusuhan 22 Mei di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Polisi telah menangkap 99 orang tersangka pelaku kerusuhan di Petamburan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Neneng Hariyani, mengatakan puluhan anak yang ditangkap saat rusuh 22 Mei bakal menjalani sejumlah tahapan assessment dan pembinaan di lembaganya.

    Neneng mencatat ada 52 anak yang ditangkap karena diduga terlibat kerusuhan saat aksi 22 Mei lalu. Mereka telah diserahkan ke PSMP Handayani pada Ahad, 26 Mei 2019. "Yang pertama kami lakukan adalah assessment terkait dengan keterlibatan mereka," kata Neneng saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Mei 2019.

    Baca: Diundang Jokowi, Ismail Perbaiki Warung Akibat Kerusuhan 22 Mei

    Setelah proses assessment selesai, kata Neneng, mereka bakal menjalani pemeriksaan psikologis dan mendapatkan terapi keagamaan, wawasan kebangsaan, psikososial sampai harapan hidup.

    Sejauh ini, Neneng mengatakan pihak panti baru melakukan assessment awal kepada 52 anak yang diduga terlibat kerusuhan. Dari hasil assessment awal itu diketahui bahwa sebagian dari mereka memang telah berniat untuk mengikuti aksi 22 Mei.

    Baca: 52 Anak Terlibat Rusuh 22 Mei Dititipkan di Panti Rehabilitasi

    Selain itu, sebagian lagi ada yang ikut aksi 22 Mei karena diajak, kebetulan lewat dan bermacam-macam alasan lain hingga menyebabkan mereka ikut terlibat dalam kerusuhan. "Ada juga yang alasan cuma lewat lalu tertangkap. Tapi pernyataannya dia bohong atau tidak perlu pendalaman," kata Neneng.

    Neneng mengatakan jika dari hasil assessment mereka memang terlibat dalam rusuh 22 Mei tersebut, maka anak-anak itu bakal direhabilitasi selama enam bulan. "Rehabilitasinya tergantung sejauh mana keterlibatan mereka. Kalau pengadilan memutus bersalah maka akan diproses hukum," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.