Polisi Kembangkan Kasusnya, Ratna Sarumpaet: Saya Stres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Jaksa menuntut Ratna Sarumpaet 6 tahun penjara setelah dianggap memenuhi unsur pasal yang didakwaankan. Seperti menyebarkan berita bohong penganiyaan baik secara langsung atau tidak langsung. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Jaksa menuntut Ratna Sarumpaet 6 tahun penjara setelah dianggap memenuhi unsur pasal yang didakwaankan. Seperti menyebarkan berita bohong penganiyaan baik secara langsung atau tidak langsung. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO,CO, Jakarta - Polisi melakukan pengembangan terkait kasus kabar bohong alias hoax dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Ditemui di depan Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Ratna mengatakan dirinya stres.

    “Saya stres. Ya, bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi,” kata Ratna, Selasa, 28 Mei 2019.

    Baca: Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet Ajukan Pleidoi

    Ketika awak media kembali bertanya ihwal pengembangan kasusnya, Ratna bungkam. Ia juga enggan berkomentar soal pemeriksaan politikus Partai Amanat Nasional Hanum Rais oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 27 Mei lalu.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono sebelumnya mengatakan polisi tengah mengembangkan kasus Ratna Sarumpaet ke arah orang-orang yang ikut memberitakan kebohongan wanita berusia 69 tahun itu.

    Baca: Polisi Jelaskan Kenapa Hanum Rais Diperiksa Soal Ratna Sarumpaet

    Pemeriksaan Hanum Rais merupakan salah satu langkah pengembangan kasus itu. "HR (Hanum Rais) diperiksa berkaitan pernyataan dia. Memberitakan kalau RS dianiaya," ujar Argo.

    Meski begitu, Argo tidak memberikan jawaban tegas ihwal apakah polisi berencana memeriksa Fadli Zon, Rachel Maryam, Fahri Hamzah, Dahnil Anzar, Rizal Ramli, Nanik S. Deyang, Mardani Ali Sera, serta Rocky Gerung. Para tokoh itu diketahui sempat ikut menyebarkan perkara penganiayaan Ratna Sarumpaet. "Ya, kemungkinan bisa dilakukan (pemanggilan untuk diperiksa)," kata Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.