Kerusuhan 22 Mei Tumbuhkan Lagi Petisi Lawas Copot Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut membersihkan jalan sisa demonstrasi dan huru hara di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. TEMPO/M Halwi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut membersihkan jalan sisa demonstrasi dan huru hara di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. TEMPO/M Halwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah netizen yang menandatangani petisi “Copot Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta!” masih terus bertambah hingga berita ini dibuat, Rabu 29 Mei 2019. Petisi yang sudah berusia sepuluh bulan itu kini telah diteken 141.713 netizen dari target 150 ribu.

    Baca juga:
    Petisi Copot, Anies: Dicaci Tak Tumbang, Dipuji Tak terbang

    Petisi tersebut digulirkan akun Opini Kamu di laman change.org sejak sepuluh bulan lalu, dan mencuat kembali belakangan ini. Sebagian tanda tangan disertai alasan kekecewaannya terhadap Anies terkait peristiwa kerusuhan 22 Mei yang baru lalu. Anies dianggap pendukung kerusuhan berlatar demonstrasi penolakan hasil pemilu dari kubu capres Prabowo itu.

    "Gubernur gagal disaat kerusuhan 22 mei dia tidak turun ke jalan beda dengan burisma yg sigap dan pak ahok yg tegas!" tulis seorang di antara peneken petisi. 

    Kekecewaan dalam penanganan kerusuhan 22 Mei masih bercampur dengan isu lainnya seperti banjir dan PKL. Seperti alasan yang satu ini: Tidak bisa bekerja, saat banjir tidak bisa mengatasi, saat ada kerusuhan, dimana gubernurnya?? Kepala pemerintahan ibukota!! Ibukota jadi semrawut!

    Baca:
    Jawab Anies atas Sebutan Humas Aksi 22 Mei

     

    Dalam alasan yang disertakannya sepuluh bulan lalu, Opini Kamu menulis sejumlah kegagalan yang ditudingkan kepada Anies dalam memimpin Jakarta. Kegagalan yang dicatat Opini Kamu saat Jakarta dipimpin Anies di antaranya membengkaknya APBD DKI Jakarta 2018, gaji TGUPP yang tembus 70-an orang dengan biaya gaji puluhan juta rupiah per kepala per orang.

    Selain itu, akun tersebut juga menulis masalah banjir yang muncul kembali, diskotek yang ditutup lalu buka kembali, sampah menumpuk di mana-mana, pohon plastik, PKL yang merajalela mengambil badan trotoar, naiknya nilai jual objek pajak, susahnya mendapat layanan publik dan kesehatan.

    Akun pembuat petisi juga mengungkit masalah trotoar Senayan yang tidak kunjung selesai dan yang terakhir adalah tiang bendera peserta ASIAN GAMES 2018 yang hanya ditopang bambu kecil yang dibelah. "Sudah saatnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri memanggil dan MENCOPOT Anies Baswedan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta! Jangan ditunda lagi!" tulis akun tersebut.

    Baca:
    Pesan Anies untuk Perusuh: Anda Akan Berhadapan dengan Saya

    Anies telah mengomentari pertumbuhan petisi online ini. Dia menyatakan biasa saja menerima kritik. "Kalau mau jadi pejabat publik maka harus siap untuk menjadi alamat keluh kesah, ya saya harus jalanin, dong," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.