Antisipasi Longsor Saat Lebaran, BPBD Bogor Siaga di Jalur Puncak

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan Angkutan Kota (Angkot) dari arah Bogor melintasi jalur Puncak-Cianjur yang sedang diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pasca longsor dua pekan lalu, Senin, 19 Februari 2018. Tempo/Sidik Permana

    Kendaraan Angkutan Kota (Angkot) dari arah Bogor melintasi jalur Puncak-Cianjur yang sedang diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pasca longsor dua pekan lalu, Senin, 19 Februari 2018. Tempo/Sidik Permana

    TEMPO.COBogor – Memasuki liburan lebaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor menyiagakan personel yang ditempatkan di titik-titik rawan bencana di Bogor, terutama jalur Puncak.

    Baca juga: Viral Jalur Puncak Macet Karena Longsor, Ini Penjelasan Polisi

    Kepala Bidang Pencegahan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengatakan penyiagaan satgas penanggulangan bencana tersebut berujuan untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa dalam arus mudik yang disebabkan bencana alam

    “Mereka ditempatkan di pos-pos pemantau yang tersedia, utamanya di lokasi rawan bencana seperti Puncak,” kata Dede kepada Tempo, Kamis, 30 Mei 2019.

    Satgas bencana di jakur Puncak itu, ujar Dede, berada di Pos Gadog, Pos Megamendung, dan Pos Cisarua. “Para satgas ini telah mendapatkan pelatihan sebelumnya dan dibekali peralatan penanggulangan bencana,” kata Dede.

    Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Andy M Dicky mengatakan saat arus mudik lebaran nanti akan ada 22 titik pos pantau yang diisi oleh sekitar 5000 personel gabungan.

    “Ada unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, kesehatan, dan stake holder lainnya,” kata Dicky.

    Baca juga: Bogor Masih Siaga Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Waspada

    Untuk jalur Puncak saat lebaran, kata Dicky, akan ada 200 personel yang berjaga. Mengingat lokasi tersebut selain menjadi lintasan pemudik juga terdapat lokasi wisata. “Belum lagi aparat lainnya yang standby, ya kira-kira sekitar 350-400 personel untuk jalur Puncak saja,” kata Dicky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.