Alasan Pemudik Motor Lebih Pilih Jalan Malam Hari Menuju Merak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik dengan sepeda motor melintas di jalur pantura, Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 30 Mei 2019. Pada H-6 Lebaran  jalur pantura mulai dipadati dengan pemudik sepeda motor. ANTARA

    Sejumlah pemudik dengan sepeda motor melintas di jalur pantura, Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 30 Mei 2019. Pada H-6 Lebaran jalur pantura mulai dipadati dengan pemudik sepeda motor. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang - Kabupaten Tangerang menjadi salah satu wilayah yang dilalui oleh pemudik dari arah Jakarta yang hendak menuju Pelabuhan Merak. Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang mencatat pemudik paling banyak adalah pemudik pengguna sepeda motor yang lewat malam hari.

    "Dari laporan petugas di lapangan bahwa banyak pemudik sepeda motor berangkat memilih malam hari ketimbang siang karena panas," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Sentosa di Tangerang, Kamis, 30 Mei 2019.

    Baca: Imbauan Anies Bagi Warga Jakarta yang Pergi Mudik

    Menurut Bambang, pemudik motor tujuan sejumlah kota di Sumatera seperti Lampung, Palembang dan Bengkulu memilih berangkat malam karena ketika sampai di Pelabuhan Merak, Banten sudah tengah malam.

    Saat sampai di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pemudik dapat melanjutkan perjalanan karena telah istirahat dengan cukup di atas kapal feri. Pemudik juga lebih memilih berjalan malam untuk menghindari cuaca panas.

    Pemudik dari arah Jakarta dan sekitarnya yang menuju beberapa kota di Sumatera menggunakan sepeda motor harus melewati Jalan Raya Serang, karena merupakan jalan utama selain tol. Jalan tersebut merupakan jalur mudik nasional non tol.

    Baca: Mudik di Pelabuhan Merak, Polisi Alihkan Roda 6 ke Bojonegara

    Bambang mengatakan pihaknya bersama aparat Polresta Tangerang bersiaga di sejumlah posko untuk membantu kelancaran arus lalu lintas, terutama di jalan Raya Serang sepanjang 32 kilometer. Di posko tersebut juga ada petugas kesehatan dan kendaraan ambulan untuk membantu pemudik yang membutuhkan pertolongan medis.

    Kepala Polresta Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif sebenarnya telah mengimbau pemudik agar tidak menggunakan sepeda motor untuk mudik ke kampung halaman dengan alasan cuaca dan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.