Anies: Jakarta Hidup Berkembang Lewat Begitu Banyak Pendatang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik saat melakukan pemeriksaan kelengkapan data sebelum memasuki Kereta Api di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Menurut data dari Stasiun Gambir terkait volume penumpang kumulatif dari tanggal 26-31 Mei 2019 sebanyak 109.876 penumpang yang menggunakan Kereta Api di Stasiun Gambir untuk mudik lebaran 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemudik saat melakukan pemeriksaan kelengkapan data sebelum memasuki Kereta Api di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Menurut data dari Stasiun Gambir terkait volume penumpang kumulatif dari tanggal 26-31 Mei 2019 sebanyak 109.876 penumpang yang menggunakan Kereta Api di Stasiun Gambir untuk mudik lebaran 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak melarang adanya pendatang baru yang datang ke Jakarta usai hari Lebaran 2019. Menurut Anies, Jakarta bisa maju seperti saat ini tak lepas dari peran para pendatang.

    "Jakarta hidup berkembang lewat begitu banyak pendatang. Buktinya saat Lebaran, semua pada mudik," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Mei 2019.

    Baca: DKI Jakarta Ajukan Syarat Bagi Pendatang Setelah Lebaran 2019

    Melihat fakta bahwa pembangunan Jakarta tak lepas dari peran pendatang, Anies meminta masyarakat tak ikut melarang pendatang baru. Menurut dia, para pendatang yang sudah menetap dan bermukim di Jakarta harus menghargai pendatang baru berikutnya.

    "Kenapa yang dulu boleh datang, lalu yang datang kemudian jadi dianggap jangan datang? Kita semua datang ke berbagai tempat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jadi prinsip keadilan, kasih kesempatan," ujar Anies.

    Meskipun tak melarang, Anies meminta kepada para pendatang baru untuk membawa dokumen yang diperlukan saat akan merantau ke Jakarta. Salah satu dokumen penting yang mesti diurus itu seperti BPJS Kesehatan. Hal ini agar pendatang yang jika nanti jatuh sakit, maka dapat tertangani dengan baik.

    Baca: Lepas Mudik Gratis DKI, Anies Bicara Operasi Yustisi

    Selain itu, Anies menekankan kepada para pendatang untuk memiliki keterampilan saat merantau ke Ibukota. Keterampilan itu, menurut dia, supaya pendatang bisa bekerja di Jakarta dengan baik.

    Setiap tahunnya, DKI Jakarta kebanjiran pendatang. Menurut data dari Biro Tata Pemerintah pada 2017, jumlah pendatang mencapai 70.752 orang. Pada 2018, jumlah itu meningkat dua persen menjadi 72.167 orang. Adapun usaha pengendalian penduduk yang Pemprov DKI lakukan, antara lain dengan menggelar Operasi Bina Kependudukan (Binduk) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.