Mereka yang Tak Pulang Kampung Demi Mengantar Pemudik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon pemudik memadati Terminal Kalideres, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA

    Sejumlah calon pemudik memadati Terminal Kalideres, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat tak bisa pulang ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga. Mereka sibuk mengantar para pemudik kembali ke kampung halaman.

    Salah satunya adalah Dedi, 45 tahun, sopir bus PO Ranau Indah. Ia mengaku telah menghabiskan malam takbiran dan lebaran di jalan selama 8 tahun. "Biasanya, saya tiba di rumah di saat keluarga sudah salat Id," ujarnya, Jumat, 31 Mei 2019.

    Baca: Mudik H-5, Jumlah Penumpang Semua Moda Transportasi Merosot

    Dedi yang tinggal di Lampung itu mengatakan keluarganya telah memaklumi tuntutan profesinya itu. Namun anak-anaknya masih sering bertanya padanya kapan pulang. "Ya paling anak-anak menelepon saya pas malam takbiran, mereka tanya kapan pulang. Anak-anak sudah besar juga," kata dia.

    Senada dengan Dedi, Aldi, 30 tahun, sopir bus PO Buana Citra, mengaku ikhlas tak menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Lebaran. "Buat gantinya, beberapa hari saat minggu pertama puasa, saya menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah," kata Aldi yang berasal dari Mesuji, Lampung.

    Menurut Aldi, selain tuntutan profesi, bekerja mengantar pemudik saat Lebaran juga membawa berkah tersendiri. "Pendapatan saya meningkat 15-30 persen dibanding hari normal. Per hari saya dapat bersih Rp 800 ribu," kata dia.

    Baca: Imbauan Anies Bagi Warga Jakarta yang Pergi Mudik

    Banyaknya pendapatan yang diterima saat arus mudik juga jadi alasan Kennedy, supir bis PO Ranau Indah, untuk bekerja pada libur Lebaran.

    Menurut Kennedy, pendapatan saat mengendarai bus pada arus mudik naik 15 persen dari uang yang diterima saat hari biasa. Saat arus mudik, pendapatan bersih yang diterima Kennedy per hari dapat mencapai Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu tergantung jumlah penumpang yang naik bus.

    Sampai Jumat, 31 Mei 2019 pukul 13.00 WIB, Terminal Kalideres telah memberangkatkan 7.948 pemudik pada arus mudik 2019 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.