Ani Yudhoyono Meninggal, Anies Sampaikan Belasungkawa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ani Yudhoyono dilarikan ke Singapura, setelah pingsan sesuai menemani perjalanan suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono berkampanye untuk Partai Demokrat di Pulau Sumatera. Instagram/@aniyudhoyono

    Ani Yudhoyono dilarikan ke Singapura, setelah pingsan sesuai menemani perjalanan suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono berkampanye untuk Partai Demokrat di Pulau Sumatera. Instagram/@aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan ucapan belasungkawa untuk istri Presiden ke-6, Ani Yudhoyono, yang meninggal hari ini.

    "Kami berduka mendengar kabar berpulangnya ibu Ani Yudhoyono," kata Anies usai meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Baca: Ani Yudhoyono Wafat, Ini Semangatnya Lawan Kanker

    Anies baru saja mendapat kabar meninggalnya Ani. Istri Susilo Bambang Yudhoyono itu menghembuskan napas terakhir di National University Hospital pukul 11.50 waktu Singapura. Dia berpulang di usia 66 tahun.

    Ani, kata Anies, adalah seorang putri pejuang dan tangguh. Ia melanjutkan tradisi perjuangan sang ayah bersama Susilo Bambang Yudhoyono semasa menjabat sebagai ibu negara periode 2004-2014.

    Baca: Andi Arief: Ibu Ani Yudhoyono Meninggal

    Anies menyampaikan, Ani dan keluarga telah menyumbangkan pemikirannya sejak ayahnya memerangi komunisme di Indonesia. "Jadi Insya Allah kita semua akan meneruskan perjuangan beliau dan kita mendoakan kepada keluarga bapak SBY semua putra putri diberikan ketabahan di dalam menjalani masa yang berat ini," kata dia.

    Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital Singapura sejak Februari lalu setelah divonis dokter mengidap kanker darah. Kondisi Ani Yudhoyono sempat stabil. Namun pada Rabu, 29 Mei 2019, Ani kembali dirawat di ruang Intensive Care Unit karena kondisinya menurun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.