Selasa, 24 September 2019

Banyak Anak Ditangkap Saat Aksi 22 Mei, Komnas HAM Gandeng KPAI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Aksi 22 Mei melempari petugas kepolisian saat kerusuhan di jalan tol dalam kota, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Akibat demo 22 Mei di beberapa titik di ibu kota, lalu lintas tol dalam kota sempat lengang pada pagi hingga siang tadi. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Massa Aksi 22 Mei melempari petugas kepolisian saat kerusuhan di jalan tol dalam kota, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Akibat demo 22 Mei di beberapa titik di ibu kota, lalu lintas tol dalam kota sempat lengang pada pagi hingga siang tadi. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Komnas HAM akan berkoordinasi dengan KPAI untuk menelusuri dugaan pelanggaran dalam penangkapan anak saat Aksi 22 Mei lalu.

    Baca: Komnas HAM Telusuri Dugaan Penggunaan Peluru Tajam Saat Aksi 22 Mei

    Anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab, mengatakan ada dugaan pelanggaran dalam penangkapan dan penganiayaan anak saat kerusuhan itu terjadi. "KPAI sudah melihat anak itu ke balai rehabilitas anak Handayani. Kami juga sedang menelusurinya," kata Amiruddin, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani menerima titipan 52 anak yang ditangkap karena diduga terlibat aksi 22 Mei. Mereka saat ini masih menjalani assessment di Balai Rehabilitasi Handayani.

    Amiruddin menuturkan lembaganya mendalami dugaan adanya pelanggaran HAM dalam penangkapan massa yang terlibat dalam aksi 22 Mei lalu. Selain itu, Komnas HAM juga menelusuri penyebab banyaknya remaja yang ditangkap polisi dalam unjuk rasa yang berakhir rusuh tersebut.

    Sejumlah polisi mengamankan seorang pria yang diduga ikut aksi kerusuhan di Jalan KS. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019. Polisi juga menangkap 11 orang terkait pembakaran mobil di asrama Brimob Petamburan, Jakarta Barat. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Aksi 22 Mei merupakan unjuk rasa yang digelar massa pendukung Prabowo Subianto -Sandiaga Uno. Mereka menolak hasil pemilu yang memenangkan pasangan Joko Widodo - Maruf Amin, karena dinilai sarat kecurangan.

    Baca: Pengakuan Anak Ikut Aksi 22 Mei, Balai Rehabilitasi: Ada yang Memberikan Batu

    Selain itu, Komnas HAM juga telah menerima laporan adanya 70 orang yang hilang dalam aksi 22 Mei tersebut. Laporan 70 orang itu berasal dari Tim Advokasi Korban 21-22 Mei 2019. "Kami juga masih mencoba menelusuri apakah 70 orang yang dilaporkan hilang termasuk anak-anak yang sekarang dititipkan di Panti Rehabilitasi Handayani," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.