Laporan 70 Orang Hilang, Komnas HAM: Hilang Benar Atau Sengaja Menghilangkan Diri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dan warga menangkap seorang yang diduga menjadi provokator pembakaran mobil di Komplek Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta, Rabu 22 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Polisi dan warga menangkap seorang yang diduga menjadi provokator pembakaran mobil di Komplek Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta, Rabu 22 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komnas HAM masih menelusuri laporan 70 orang hilang saat aksi 22 Mei lalu. Laporan 70 orang itu berasal dari Tim Advokasi Korban 21-22 Mei 2019.

    Baca: Kerusuhan 22 Mei, Komnas HAM Terima Aduan 70 Orang Hilang

    Anggota Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, mengatakan penelusuran masih berproses di lembaganya. "Sudah kami telusuri. Kami minta pada pengadunya memberikan alamat dan nama yang hilang yang jelas agar bisa kami telusuri lebih jauh," kata Amiruddin, Sabtu, 1 Mei 2019.

    Amiruddin mengimbau agar keluarga korban yang merasa keluarga sayang hilang bisa datang langsung ke kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat.

    Sejauh ini, kata Amiruddin, belum ada satu pun keluarga korban yang merasa kehilangan anggota mereka laporan ke lembaganya. Padahal, kata dia, laporan anggota keluarga penting untuk membantu penelusuran Komnas HAM.

    "Kami masih menelusuri ini hilang benar atau sengaja menghilangkan diri sendiri."

    Baca: Komnas HAM Verifikasi Laporan 70 Orang Hilang Saat Rusuh 22 Mei

    Kata Amiruddin, lembaganya memang telah melihat ada indikasi pelanggaran HAM pada aksi 21-22 Mei lalu. Sehingga, Komnas HAM turun langsung untuk menyelidiki indikasi kekerasan yang mengakibatkan orang hilang tersebut. "Kalau tidak ada indikasi, ya Komnas tidak akan repot-repot. Komnas turun untuk memastikan indikasi itu faktual atau tidak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.