Mudik Lebaran, Ini Satgas Polres Jaksel Buat Cegah Aksi Maling

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. zastita.info

    Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah. zastita.info

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisan Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar meninjau pengamanan permukiman yang ditinggal mudik lebaran tahun ini.

    Indra meninjau dua kawasan yang telah terbentuk Satuan Tugas Rumah Kosong di Jalan Pulo Kenangan dan Komplek Deplu, Kebayoran Lama, pada periode mudik Lebaran 2019.

    Baca juga : Anies dan Kapolda Tinjau 3 Lokasi Keberangkatan Mudik Lebaran 2019

    "Kami sudah meninjau beberapa permukiman yang banyak ditinggal mudik dan melihat kesiapan Satgas Rumsong yang akan membantu pengamanan di sana," kata Indra saat meninjau kesiapan Satgas Rumsong di Komplek Deplu, Grogol Barat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Indra mengatakan Komplek Deplu di RT8 RW13 Grogol Barat, merupakan salah satu permukiman yang banyak ditinggalkan mudik penghuninya dan telah terbentuk Satgas Rumsong. Saat periode mudik seperti, menurut dia, rumah yang ditinggal penghuninya bisa menjadi sasaran kejahatan.

    Untuk itu, kata Indra, polisi bekerja sama dengan TNI dan warga setempat membentuk Satgas Rumsong. Satgas ini, kata dia, telah dibentuk di setiap kelurahan dan diturunkan ke setiap wilayah hingga tingkat RW.

    "Adanya satgas ini bisa memudahkan masyarakat dalam berkoordinasi untuk mengamankan permukiman yang banyak ditinggal mudik," ujarnya.

    Dengan adanya Satgas Rumsong, Indra berharap pemudik tidak terlalu khawatir saat meninggalkan rumahnya dalam waktu yang lama. "Sebab kami telah berupaya mengantisipasi tindak kejahatan yang berpotensi terjadi."

    Menurut Indra, peran terbesar Satgas Rumsong adalah partisipasi warga. Bagi warga yang tidak mudik, Indra mengimbau agar mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

    Sedangkan, warga yang mudik juga mesti lapor kepada ketua lingkungan setempat agar rumahnya yang kosong bisa diawasi. "Kalau semuanya mau menjaga lingkungan masing-masing pasti aman," ujarnya.

    Simak pula :

    Ani Yudhoyono Meninggal, Anies Sampaikan Belasungkawa

    Selain itu, pemasangan kamera pengintai (CCTV) juga penting di setiap permukiman. Dengan adanya CCTV, kata dia, bisa membuat efek psikologis pencuri lebih segan untuk berbuat kejahatan di kawasan perumahan yang terpantau.

    Indra menuturkan, terkait pengamanan saat  n di permukiman Jalan Pulo Kenangan terdapat 15 CCTV dan Komplek Deplu ada delapan CCTV. CCTV tersebut terpusat di pos pemantau kantor RW. "Bahkan ada yang bisa dilihat melalui handphone."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.