Ribuan Orang Padati Jalan Kalibata Raya Tunggu Jenazah Ani Yudhoyono

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kanan), Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri), Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kedua kiri) duduk bersama  Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) saat melayat almarhum Ani Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kanan), Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri), Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kedua kiri) duduk bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) saat melayat almarhum Ani Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan orang memadati Jalan Kalibata Raya menunggu jenazah Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono tiba di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu siang 2 Juni 2019. Mereka berbaris ratusan meter di sisi utara dan selatan sepanjang jalan tersebut.

    Baca: 
    Di TMP Kalibata, Makam Ani Yudhoyono Sebelah Ainun Habibie

    Seorang warga yang menunggu adalah Sutomo Arifin, 56 tahun, dan istrinya, Tuti S, 50 tahun. Pasangan asal Pondok Gede, Bekasi, itu datang untuk mendoakan istri mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu, yang wafat pada 1 Juni kemarin.

    "Pertama saya datang ke sini karena orang tua saya Aminu Hadi Soetopo juga dimakamkan di sini dan saya mau datang sekaligus untuk Bu Ani," kata Sutomo saat ditemui di pinggir Jalan Kalibata Raya.

    Menurut Sutomo, Ani merupakan sosok wanita nasionalis yang bisa menjadi teladan masyarakat. Kehidupan Ani, kata dia, juga banyak bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kaum hawa.

    Sutomo sering mendengar Ani langsung terjun ke tempat bencana meski tanpa dilihat media. "Yang saya tahu Bu Ani sering membantu warga yang terkena musibah melalui jalur yang dia punya."

    Ribuan orang menunggu kedatangan rombongan pembawa jenazah Ani Yudhoyono di sepanjang Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan, 2 Juni 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Lebih lanjut ia menuturkan kedatangannya ke pemakaman Ani sebagai takjiah di Ramadan. Menurut dia, wafatnya Ani Yudhoyono sangat baik karena saat bulan puasa. "Apalagi dimakamkan menjelang malam ke-29 puasa."

    Baca: 
    Pemakaman Ani Yudhoyono, Begini Rekayasa Lalu Lintas Sekitar TMP Kalibata

    Menurut Sutomo, sosok Ani yang supel dan tidak sombong sangat melekat di hati banyak masyarakat. Sehingga, kata dia, banyak warga sepertinya yang rela datang untuk melihat pemakaman Ani Yudhoyono. 

    Ani Yudhoyono mengembuskan nafas terakhir di National University Hospital pukul 11.50 waktu Singapura, Sabtu 1 Juni 2019. Dia berpulang di usia 67 tahun. Ani dirawat di National University Hospital Singapura sejak Februari lalu setelah divonis dokter mengidap kanker darah.

    Kondisi Ani Yudhoyono sempat stabil. Namun pada Rabu, 29 Mei 2019, Ani kembali dirawat di ruang Intensive Care Unit.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H