MRT Jakarta Adakan Wisata Keliling Stasiun Selama Libur Lebaran

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    Suasana stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada masa libur Lebaran 2019, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengadakan program Jelajah MRT Jakarta: Edisi Lebaran. Program wisata berkeliling stasiun itu diadakan pada Selasa sampai Ahad, 4-9 Juni 2019 di koridor fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

    "Dalam program in, PT MRT akan menyiapkan pemandu yang akan mendampingi rombongan masyarakat yang ingin mencoba Ratangga dan melihat-lihat fitur di setiap stasiun," kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin saat dihubungi Tempo, Senin, 3 Juni 2019.

    Baca: Libur Lebaran, MRT Jakarta Hanya Operasikan Tujuh Kereta

    Para pemandu tur tersebut, menurut Kamaluddin, merupakan sukarelawan yang bekerja sama dengan Divisi Customer Engagement. Pemandu akan bertugas menjelaskan tentang MRT Jakarta, seperti bagaimana berperilaku yang baik dan benar di dalam stasiun dan Ratangga.

    Masyarakat yang ingin mencoba program ini dapat membeli tiket rombongan yang khusus disediakan di masing-masing stasiun terujung MRT, yaitu Bundaran HI dan Lebak Bulus. Kamaluddin tak menjelaskan batas minimal jumlah orang dalam satu rombongan.

    "Peserta tur berkesempatan mendapatkan voucher promo Outback Steakhouse dan tempat menarik lainnya," ujar Kamaluddin.

    Baca: H-3 Lebaran, Polisi Sebut Masih Banyak Warga Ibu Kota Belum Mudik

    Kamaluddin juga menyampaikan selama libur Lebaran 2019 pada 1 sampai 9 Juni, PT MRT Jakarta hanya mengoperasikan tujuh rangkaian kereta. Jumlah ini hanya setengah dari yang biasanya MRT operasikan saat hari biasa, yakni 14 rangkaian

    Pemberlakuan pengoperasian setengah dari total armada itu berdampak pada jarak kedatangan kereta MRT atau headway. Di hari biasa, headway kereta adalah setiap 5 menit, namun kini menjadi 10 menit.

    Selain itu, jumlah perjalanan kereta per harinya juga dipangkas. Dari yang biasanya 285 perjalanan dalam sehari, kini hanya menjadi 219 perjalanan. Sedangkan untuk jam operasional tak ada perubahan, MRT Jakarta tetap beroperasi dari pukul 05.00 hingga 24.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.