Ungkap Motif Pembunuhan Sadistis, Polisi Periksa Tiga CCTV

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban pembunuhan sadistis di Tangerang, menunjukan foto Taslimah dan anaknya Farhansyah Akbar di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, 3 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Keluarga korban pembunuhan sadistis di Tangerang, menunjukan foto Taslimah dan anaknya Farhansyah Akbar di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, 3 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Jakarta - Polisi mulai mendalami motif pembunuhan sadis yang terjadi di kawasan Tangerang, Banten. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang, Ajun Komisaris Besar Dicky Ario, penelusuran dilakukan dengan cara memeriksa kamera pengintai yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

    "Sudah tiga CCTV (Closed Circuit Television) yang kami periksa di sekitar lokasi kejadian," kata Dicky saat dihubungi, Senin, 3 Juni 2019.

    Baca: Pembunuhan Sadistis di Tangerang, Korban Tahu Ciri Pelaku

    Sebelumnya, pembunuhan sadis terjadi di Kavling Deplu Adam Malik Jalan Manggala nomor 154 RT7 RW7 Kelurahan Cipaduraya, Kecamatan Larangan, Tangerang pada Dinihari, 2 Juni lalu. Dua orang tewas dan satu kritis dalam peristiwa tersebut.

    Dua orang yang tewas adalah Ferhansyah Akbar, 16 tahun; dan Richard Sephor, 27 tahun. Sedangkan, Taslimah, umur 40 tahun, pemilik rumah, dalam kondisi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

    Baca: Dugaan Pembunuhan Sadistis, Korban Sebut Sudah Diikuti Pelaku

    Menurut Dicky, satu CCTV berasal dari sebuah minimarket yang menjadi lokasi Taslimah melarikan diri dan meminta pertolongan warga. Dua CCTV lainnya milik rumah warga yang bersebelahan dengan kediaman Taslimah.

    Selain itu, polisi juga telah memeriksa enam orang saksi yang berada di sekitar kejadian. Mereka adalah pegawai minimarket, security perumahan, tetangga dan orang yang menolong Taslimah ke rumah sakit. 

    Sedangkan, di rumah Taslimah, polisi juga menyita dan memeriksa dua bilah pisau dan sandal jepit yang diduga milik pelaku. Menurut Dicky, dua orang yang tewas dalam peristiwa tersebut adalah keluarga korban dan pelaku. 

    "Korban yang tewas adalah Farhansyah anak Taslimah," ujar dia.

    Hingga saat ini, dugaan sementara motif pelaku adalah percobaan perampokan. "Tapi masih kami dalami apakah murni perampokan atau ada indikasi lain," kata Dicky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.