Anies Takbiran Keliling Naik Mobil Bak Terbuka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di atas mobil bak terbuka saat takbiran keliling di kawasan Karet, Jakarta Pusat, Selasa malam, 4 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di atas mobil bak terbuka saat takbiran keliling di kawasan Karet, Jakarta Pusat, Selasa malam, 4 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan takbiran keliling di sekitaran Jalan K.H. Mas Mansyur, Karet, Jakarta Pusat, Selasa 4 Juni 2019 Anies menumpang di atas mobil bak terbuka milik Dinas Perhubungan DKI ditemani Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara.

    Baca:
    Anies Salat Ied di Balai Kota, Lapangan Bisa Tampung Seribu Orang

    Takbiran keliling Anies mulai dari kantor Kecamatan Tanah Abang sekitar pukul 22.14 WIB. Mobil berjalan perlahan karena jalan yang dipadati kendaraan dan kerumunan manusia. 

    Saat mobil Anies perlahan maju, terdengar warga mengelukannya, "Terima kasih bapak gubernur." Sorak sorai di antaranya datang dari sekumpulan anak di atas flyover Stasiun Karet. 

    Anies yang mengenakan baju koko abu-abu tampak sesekali membungkukkan badannya untuk menyalami warga. "Terima kasih bapak Gubernur Indonesia," terdengar lagi sanjungan untuk Anies. 

    Anies sebelumnya mengizinkan warga Jakarta yang ingin melakukan takbir keliling. Asalkan berkoordinasi dengan lurah setempat terlebih dulu. Dengan begitu, Anies berharap Dinas Perhubungan DKI dapat mengawal takbir keliling.

    Baca:
    Anies Sidak Puskesmas, Emak-emak Salah Fokus

    Anies menerapkan kebijakannya itu sekalipun kepolisian mengimbau takbiran cukup di masjid masing-masing. Polisi mengantisipasi potensi tawuran dan kriminalitas selain juga ancaman terorisme. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.