Kesehatan Menurun, SBY Tak Bisa Salat Idul Fitri di Puri Cikeas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menitikkan air mata saat menyalami pelayat yang melepas jenazah Ani Yudhoyono, Puri Cikeas, Bogor, Ahad, 2 Juni 2019. Tempo/Irsyan Hasyim

    Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menitikkan air mata saat menyalami pelayat yang melepas jenazah Ani Yudhoyono, Puri Cikeas, Bogor, Ahad, 2 Juni 2019. Tempo/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau biasa disapa SBY tampak tak mengikuti Salat Idul Fitri tahun ini karena kondisi kesehatannya tak memungkinkan.

    Baca: Saat SBY Tak Nyaman dengan Ucapan Prabowo soal Ani Yudhoyono

    Sekitar pukul 06.55 WIB, hanya kedua putra SBY dan mendiang Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono mengikuti Salat Idul Fitri di Masjid Al-Istoqomah dekat kawasan Puri Cikeas Bogor. Mereka ditemani Annisa Pohan dan cucu sulung SBY, Almira Tunggadewi Yudhoyono.

    Aliya Rajasa juga tak tampak hadir saat itu.

    Agus mengatakan sebenarnya sang ayah sudah bersiap sejak pagi. Namun kondisi kesehatannya tak memungkinkan, sehingga SBY urung berangkat.

    "Sangat kelelahan sehingga disarankan dokter istirahat dulu. Sebetulnya sudah siap tadi. Mohon doanya semoga Pak SBY sehat," kata dia saat menuju masjid tempat Shalat Id dilaksanakan di dekat kawasan Puri Cikeas, Bogor.

    Untuk menuju lokasi Shalat Id, di Masjid Al-Istoqomah, AHY dan keluarga menggunakan golf car. Tahun lalu, SBY yang mengendarai kendaraan itu bersama Ibu Ani Yudhoyono yang duduk di sisi SBY.

    Baca: Masih Berduka Wafatnya Ani Yudhoyono, SBY Tak Gelar Open House

    Salat Idul Fitri ini adalah kali pertama keluarga SBY berlebaran tanpa kehadiran Ani Yudhoyono, yang wafat pada Sabtu 1 Juni 2019. Ani meninggal di Singapura dan  dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta, Minggu 2 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.