Tradisi Unik Lebaran di Bekasi, Sekampung Kumpul Bermaafan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menemui ribuan warga di halaman Kompleks Kementerian Sekretariat Negara yang sedang antre untuk bisa bersilaturahmi dengannya dalam acara open house Idul Fitri 1440 Hijiriah, Jakarta, 5 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo menemui ribuan warga di halaman Kompleks Kementerian Sekretariat Negara yang sedang antre untuk bisa bersilaturahmi dengannya dalam acara open house Idul Fitri 1440 Hijiriah, Jakarta, 5 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bekasi - Tradisi Lebaran sekampung kumpul dan saling bermaaf-maafan usai salat Idul Fitri sudah berlangsung sejak 1990 di Perumahan Duta Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi. 

    Baca: Transjakarta Sediakan Layanan Gratis Lebaran ke Ragunan, 6-9 Juni

    Selepas menunaikan Salat Idul Fitri, warga akan berbaris di sepanjang jalan lingkungan di perumahan tersebut. Tua-muda, hingga anak-anak membaur membentuk barisan hingga ratusan meter.

    Mereka berjejer lalu salaman bermaaf-maafaan. Butuh waktu lebih dari dua jam proses salaman selesai.

    "Ini sudah menjadi tradisi kami di sini, setiap tahun seluruh warga berkumpul di jalan," kata Eko warga setempat, Rabu, 5 Juni 2019.

    Selain tradisi yang unik, menurut dia, halal bihalal bagi penduduk setempat merupakan cara yang efektif dibandingkan mendatangi rumah ke rumah. "Menghemat waktu juga, kemudian dengan cara seperti ini dipastikan tidak ada yang terlewat," kata Eko.

    Warga lainnya, Kurnia Hapsari berharap tradisi tersebut dapat dipertahankan. Menurut dia, tradisi itu merupakan warisan dari orang-orang tua yang lebih dulu tinggal di permukiman.

    "Meskipun sekarang sudah ada generasi baru, kami berharap tetap ada halal bihalal seperti ini," ujarnya.

    Tokoh pemuda setempat, Senta mengatakan, tradisi seperti ini telah dilakukan semenjak tahun 1990-an. Dengan cara ini, kata dia, sifat kekeluargaan semakin terjalin erat. "Yang biasanya jarang ketemu, pasti bertemu di sini," ujar dia.

    Baca: Mudik Lebaran via Laut, Ini Kata Perantau Bekasi dan Depok

    Selepas bermaafan, kata dia, acara di hari Lebaran itu ditutup dengan doa bersama. Bagi yang mudik, ucap dia, sekaligus bisa menitipkan rumah kepada tetangga atau pengurus keamanan. "Jadi bisa saling menjaga," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.