Pengembangan Kasus Ratna Sarumpaet, Polisi Bidik Penyebar Hoax?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Jaksa menuntut Ratna Sarumpaet 6 tahun penjara setelah dianggap memenuhi unsur pasal yang didakwaankan. Seperti menyebarkan berita bohong penganiyaan baik secara langsung atau tidak langsung. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Jaksa menuntut Ratna Sarumpaet 6 tahun penjara setelah dianggap memenuhi unsur pasal yang didakwaankan. Seperti menyebarkan berita bohong penganiyaan baik secara langsung atau tidak langsung. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan saat ini penyidik tengah mengembangkan kasus kabar bohong atau hoax Ratna Sarumpaet

    Pengembangan, kata Argo, lebih kepada pihak-pihak yang menyebarkan kabar penganiayaan Ratna. "Tentunya berkaitan dengan itu juga ada. Tapi nanti penyidik yang melihat," ujar Argo di kantornya pada Jumat sore, 7 Juni 2019.

    Baca : Eggi Sudjana dan Ratna Sarumpaet Dijenguk Anak Cucu di Rutan Polda

    Meski begitu Argo belum dapat merinci siapa saja yang akan diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya, terkait pengembangan ini, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Hanum rais yang diperiksa pada Senin, 27 Mei 2019 lalu. 

    Argo tak menutup kemungkinan ada pihak lain yang diperiksa seperti Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon, Rachel Maryam, Fahri Hamzah, Dahnil Anzar, Rizal Ramli, Nanik S. Deyang, Mardani Ali Sera, serta Rocky Gerung. Para tokoh itu diketahui sempat ikut menyebarkan perkara penganiayaan Ratna. 

    "Kemungkinan bisa, ya," ucap Argo.

    Adapun Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli pada 1 Oktober 2018 sekitar pukul 22.05 WIB mencuit reaksinya atas cerita Ratna. Isinya adalah: "Ratna Sarumpaet @RatnaSpaet dipukuli sehingga babak belur oleh sekelompok orang. Ratna cerdas, kritis, dan outspoken, tapi tindakan brutal & sadis tsb tidak dapat dibiarkan ! tlg tindak @BareskrimPolri. Penghinaan terhadap demokrasi! kok beraninya sama ibu-ibu? @halodetik.com".

    Politikus Partai Gerindra Rachel Maryam juga ikut mengomentari cerita Ratna. Pada 1 Oktober 2018 pukul 21.52 WIB, Rachel mencuit foto wajah Ratna yang tengah lebam-lebam ke akun Twitternya @cumarachel.

    Baca : Ratna Sarumpaet Dituntut 6 Tahun Bui, Ini 4 Faktor Memberatkan

    Rachel juga membubuhkan tulisan yang berisi, "Setelah konfirmasi, kejadian penganiayaan benar terjadi..hanya saja waktu penganiayaan bukan semalam melainkan tanggal 21 kemarin. Berita tidak keluar karena permintaan bunda @RatnaSpaet pribadi, beliau ketakutan dan trauma. Mohon do'a." 

    Pengamat politik Rocky Gerung juga mengungkapkan kejengkelannya ihwal peristiwa pemukulan yang diceritakan Ratna Sarumpaet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.