Kata FPI Soal Petisi Cabut Status WNI Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, 25 April 2017. Dalam aksi ini mereka mendesak polisi segera menangkap pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab terkait sejumlah kasus. TEMPO/Imam Sukamto

    Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, 25 April 2017. Dalam aksi ini mereka mendesak polisi segera menangkap pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab terkait sejumlah kasus. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Petisi Online 'Cabut Status WNI Rizieq Shihab' masih terus berkembang. Hingga Sabtu pagi, 8 Juni 2019, petisi yang dibuat 17 Mei lalu itu telah diteken lebih dari 70.800 netizen dari target 75 ribu. Angka penandatangan bertambah sekitar seribu dari sehari sebelumnya.

    Baca:
    Kaitkan dengan Capres 02, Ini Isi Petisi Cabut WNI Rizieq Shihab

    Anggota senior Lembaga DPP Front Pembela Islam, Novel Bamukmin, menanggapi petisi itu dengan menyatakan tak ambil pusing. Pimpinan FPI, Rizieq Shihab, ditegaskannya sebagai WNI, anak dari pejuang kemerdekaan Hussein Shihab. 

    Novel balik menuding pembuat petisi komunis. “75 ribu (target) petisi itu sangat kecil yang akan digunakan oleh para pengkhianat agama dan negara ini untuk melegitimasi kepentingan mungkar mereka,” ujar dia lewat pesan pendek, Jumat, 7 Juni 2019.

    Petisi menuntut pemerintahan Presiden Joko Widodo mencabut status WNI Rizieq Shihab muncul menyusul pro dan kontra perpanjangan izin FPI. Petisi-petisi dibuat di laman Change.org dan telah mengundang partisipasi hingga ratusan ribu netizen.  

    Baca:
    Masuki Bulan Terakhir, FPI Belum Ajukan Perpanjangan Izin Ormas

    Rizieq Shihab seperti diketahui adalah pimpinan FPI dan hingga kini masih berada di Arab Saudi sejak menyingkir dari penetapan tersangka kasus pornografi pada 2017 lalu--kini penyidikannya telah dihentikan.

    Jefri Azhar(kanan) dari Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, melaporkan adanya konten pornografi yang melibatkan imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan Ketua Yayasan Solidaritas SahabatCendana Firza Husein di SPKT Polda Metro Jaya, Senin, 30 Januari 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Petisi ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo beserta tiga menterinya yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, dan Menko Polhukam Wiranto. Isi petisi mengaitkan Rizieq sebagai yang paling bertanggung jawab atau otak di balik segala provokasi pasca hasil pemilu yang baru berlalu.

    Baca:
    Heboh Perpanjangan Izin FPI, Kemendagri Tampung Semua Petisi

    "Jika kita hanya berteriak Bubarkan FPI, Saya rasa belum cukup, karena Rizieq Shihab pasti akan membentuk Ormas lainnya dengan nama yang berbeda, namun berperilaku sama," bunyi bagian dari petisi yang dibuat akun 7inta Putih itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.