Puncak Arus Balik, Oneway Akan Diperpanjang Sampai Cikarang Utama

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean panjang terjadi di Rest Area KM 386 (Kendal), Tol Semarang-Batang pada arus balik, Sabtu, 8 Juni 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Antrean panjang terjadi di Rest Area KM 386 (Kendal), Tol Semarang-Batang pada arus balik, Sabtu, 8 Juni 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Bekasi - Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiapkan rekayasa lalu lintas satu arah pada puncak arus balik lebaran, Minggu 9 Juni 2019. Lalu lintas satu arah diberlakukan dari kilometer 70 Cikampek Utama sampai dengan kilometer 29 Cikarang Utama. 

    Baca:
    Arus Balik Hari Pertama Baru 15 Persen Kendaraan yang Kembali

    "Sekarang sedang sterilisasi jalur yang menuju ke Cikampek," kata Deputy GM Manajemen Lalu Lintas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Cece Kosasih, pada Minggu pagi 9 Juni 2019.

    Sistem satu arah ini merupakan perpanjangan dari Tol Trans Jawa. Seperti diketahui sistem one way diterapkan dari Kilometer 414 GT Kali Kangkung di Semarang, Jawa Tengah, sampai dengan kilometer 70 di Cikampek Utama. "Semalam sudah dilakukan perpanjangan ini," kata Cece menambahkan.

    Sejak pukul 20.22, sistem perpanjangan sistem satu arah dibuka dari kilometer 70 hingga 29. Namun, tiga jam kemudian atau pukul 01.00 sistem itu ditutup karena kepadatan lalu lintas kendaraan telah mencair.

    Pemberlakuan ini seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas arus balik H+3 Lebaran 2019. Selain mempertimbangkan lajur Jalan Tol Jakarta-Cikampek di arah sebaliknya (arah Cikampek) yang  terpantau lancar. 

    Baca:
    Jasa Marga: Arus Balik Lebaran 2019 Dimulai Jumat

    Ketika dilakukan perpanjangan one way itu, pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menuju arah Timur (Cikampek/Bandung) maksimal dapat keluar di akses tol Cikarang Barat. Mereka selanjutnya dapat menggunakan jalan nasional atau pantura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.