Setelah Macet Parah Dua Hari, Jalur Puncak Lengang Hari Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana jalan raya di Jalur Puncak pada H+4 Lebaran, kondisi jalan lebih lengang, aparat kepolisian tidak memberlakukan one way di kedua arus, Minggu 9 Juni 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Suasana jalan raya di Jalur Puncak pada H+4 Lebaran, kondisi jalan lebih lengang, aparat kepolisian tidak memberlakukan one way di kedua arus, Minggu 9 Juni 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor – Memasuki H+4 lebaran, Minggu 9 Juni 2019, kondisi lalu lintas di Jalur Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, lebih lengang. Situasi di hari yang bertepatan dengan puncak arus balik mudik lebaran ini jauh berbeda daripada dua hari sebelumnya, Sabtu dan Jumat lalu.

    Baca:
    Akhir Pekan Libur Lebaran, Macet Jalur Puncak Sampai Cianjur

    Pantauan Tempo, arus lalu lintas sempat diberlakukan one way atau sistem satu arah dari arah Jakarta menuju Cianjur pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 hingga 10.00. Selanjutnya arus kembali diberlakukan normal atau dua jalur.

    Berdasarkan pantauan CCTV di NTMC Pos Polisi Simpang Gadog, antrean kendaraan hanya terjadi di beberapa persimpangan di sepanjang jalan raya puncak mulai dari Simpang Gadog hingga Puncak Pas.

    Sebelumnya, Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Andy M. Dicky menyebut lonjakan arus mudik diprediksi masih hari ini. Lonjakan mengikuti kondisi kemacetan parah di kedua arah pada dua hari sebelumnya. 

    Baca:
    Arus Balik Libur Lebaran di Puncak, Polisi Kerepotan Atur One Way

    Kepolisian sampai mengimbau agar masyarakat yang memiliki rute jauh mengambil jalur alternatif dan memberi ruang lebih kepada wisatawan di Jalur Puncak. Sedang mereka yang akan melintas pada Minggu 9 Juni diminta mengatur ulang waktu perjalanannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.