Ada Sistem Buka Tutup di Stasiun MRT Bundaran HI

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, kembali naik Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. Kali ini, Jokowi naik dari Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia menuju ke Stasiun MRT Lebak Bulus. TEMPO/Hilman Fathurahman W

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, kembali naik Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. Kali ini, Jokowi naik dari Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia menuju ke Stasiun MRT Lebak Bulus. TEMPO/Hilman Fathurahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memberlakukan buka-tutup secara berkala untuk pintu masuk stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Petugas MRT Mono mengatakan kebijakan itu diambil lantaran jumlah penumpang sangat padat di stasiun bawah tanah itu.

    “Kami terapkan itu demi keselamatan. Kalau tidak akan sangat numpuk itu di bawah (stasiun),” ujar dia di Stasiun MRT Bundaran HI hari ini, Ahad, 9 Juni 2019.

    BacaMelihat Kereta MRT Jakarta Diproduksi: Tak Lagi Mirip Jangkrik

    Menurut pantauan Tempo, kepadatan di Stasiun MRT Bundaran HI terjadi sejak pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Lantas pukul 13.30 kondisi stasiun sudah sangat padat. Antrean mengular di loket pembelian tiket sehingga pintu masuk ke stasiun dibuka-tutup secara situasional.

    Setidaknya pintu dibuka dan ditutup kembali setiap 5-10 menit. Antrean calon penumpang merembet di depan pintu masuk stasiun.

    Mono menerangkan bahwa kondisi serupa biasa terjadi di masa liburan. “Puncak kedatangan calon penumpang biasanya mulai pukul 14.00 ke atas. Nanti mulai sepi sekitar pukul 20.00,” tutur dia.

    Pengguna MRT diimbau menggunakan stasiun lain, seperti Stasiun Dukuh Atas yang terdekat dari Bundaran HI. “Di sana (Dukuh Atas) tidak begitu ramai."

    Sejak H+1 Lebaran 2019, yakni 6 Juni 2019, jumlah penumpang MRT Jakarta naik secara signifikan. Saat itu, tercatat 83 ribu orang menjajal moda raya terpadu pemilik jalur layang dan bawah tanah yang baru diresmikan tahun ini tersebut. Pada hari berikutnya, 7 Juni, penumpang MRT tercatat 84 ribu orang. Lalu pada Sabtu, 8 Juni, penumpang wisatawan libur lebaran tembus 90 ribu orang. Jumlah penumpang jauh melampaui target harian penumpang MRT Jakarta yang sebanyak 65 ribu orang.

    Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan, wisatawan menyerbu MRT sejak libur Hari Raya Lebaran 2019 pada 3 Juni lalu. Kamal merinci, pada 3 Juni 2019 penumpang MRT 62 ribu orang. Jumlah tersebut menurun dua hari setelahnya, menjelang dan saat Lebaran, yaitu 58 ribu orang di 4 Juni dan 48 ribu orang di 5 Juni 2019.

    Baca jugaBegini Pesan Tertulis Anies Baswedan untuk Jajaran MRT Jakarta

    PT MRT hanya mengoperasikan tujuh rangkaian kereta selama libur Lebaran 2019 pada 1-9 Juni. Jumlah kereta tersebut hanya setengah dari yang biasanya MRT operasikan pada hari biasa, yakni 14 rangkaian. Pemberlakuan pengoperasian setengah dari total armada itu berdampak pada jarak kedatangan kereta MRT atau headway. Di hari biasa headway setiap 5 menit namun kini menjadi 10 menit.

    Selama musim libur Lebaran, Kamaluddin menjelaskan, MRT Jakarta tetap memberlakukan pengamanan di dalam stasiun sesuai standar operasional. Pengamanan itu antara lain hand metal detector di setiap pintu masuk, gerbang metal detector di pintu masuk wilayah tak berbayar, serta patroli pengaman setiap dua jam.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.