Pengeroyokan Satu Keluarga di Puncak, Polisi Angkat Bicara

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengeroyokan. survivalmastery.com

    Ilustrasi pengeroyokan. survivalmastery.com

    TEMPO.CO, Bogor – Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cisarua Inspektur Satu Irwan Alexander mengatakan, kasus pengeroyokan terhadap satu keluarga di Puncak, terjadi karena salah paham.   

    Baca: Liburan di Puncak, Keluarga Asal Jakarta Jadi Korban Pengeroyokan

    Pengeroyokan terhadap satu keluarga yang hendak berlibur di kawasan Puncak, Cisarua itu terjadi pada Sabtu, 8 Juni 2019. Nurhadi (30), beserta kedua adik dan kedua orang tuanya dipukuli oleh sekelompok warga sekitar 10 orang di Kampung Baru, Cibereum, Cisarua, Kabupaten Bogor.

    "Jadi intinya keduabelah pihak ini salah paham. Pihak korban merasa para pelaku ugal-ugalan, sedangkan pelaku mengaku sedang bawa tokoh agama setempat dan orang sakit,” kata Irwan kepada Tempo, Senin 10 Juni 2019.

    Irwan mengatakan, saat bertemu dengan rombongan korban mereka hendak menyalip karena terburu-buru. Namun, pelaku merasa dilontarkan kalimat kasar oleh korban saat hendak menyalip.

    “Pihak pelaku mengaku sempat mendengar kalimat kasar, dikatain hewan (anjing), dan si pelaku ini marah," ujar Irwan.

    Kemarahan pelaku, lanjut Irwan, berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.

    Irwan mengatakan,  polisi akan memfasilitasi kedua belah pihak apabila hendak menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. “Tapi kalau korban akan menempuh jalur hukum, kami siap memprosesnya,” kata Irwan.

    Menurut Irwan, para pelaku pengeroyokan berencana mendatangi rumah korban di Jakarta untuk meminta maaf. “Katanya sih mau datang ke rumah korban di Jakarta minta maaf. Ya kalau kita hanya menengahi, tapi kalau mau proses kita siap menerima," ujarnya.

    Korban pengeroyokan, Raden Nurhadi (30) mengatakan keluarganya bersedia damai. Namun syaratnya, jika terjadi sesuatu pada anggota keluarganya akibat pengeroyokan itu, pihak pelaku mau bertanggungjawab.

    “Kami sempat mediasi pada saat kejadian, dan saya minta ada tandatangan soal persyaratan itu, tapi para pelaku nggak mau, makanya saya tetap melanjutkan proses hukum ini,” kata Nurhadi.

    Nurhadi mengatakan, pihaknya belum membuat laporan resmi ke Kepolisian. Rencananya baru akan membuat laporan setelah keluar hasil visum

    “Hasil visum sih katanya keluar besok, jadi rencananya besok buat laporan,” kata Nurhadi.

    Baca: Puncak Membludak, Bupati Bogor Minta Jalur Puncak II Dibangun

    Terkait rencana kedatangan pihak pelaku ke rumahnya, Nurhadi mengaku bakal tetap pada pendiriannya yakni meminta pelaku pengeroyokan di kawasan Puncak itu bersedia bertanggung jawab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?