Kualitas Udara Jakarta Buruk, Cara Anies Baswedan Atasi Polusi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat memakai masker pada aksi peduli udara bersih yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Rabu 5 Desember 2018. Aksi tersebut menuntut aksi nyata pemerintah untuk membuat strategi dan rencana aksi yang jelas secara hukum guna membenahi darurat polusi di Ibukota. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Masyarakat memakai masker pada aksi peduli udara bersih yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Rabu 5 Desember 2018. Aksi tersebut menuntut aksi nyata pemerintah untuk membuat strategi dan rencana aksi yang jelas secara hukum guna membenahi darurat polusi di Ibukota. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan fokus mengurangi polusi di Jakarta yang disebabkan asap kendaraan bermotor. Menurut Anies, pihaknya bakal menekan polusi udara Ibu Kota dengan menggunakan bus listrik.

    Baca: Polusi Udara Jakarta Disebut Terburuk, Anies: Kenyataannya...

    "Arah kita nanti semua bus-bus baru menggunakan sumber energi yang bebas emisi," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.

    Buruknya kualitas udara masih menjadi persoalan di Jakarta. LBH Jakarta dan YLBHI bahkan membuka pos pengaduan pencemaran udara Jakarta. Dua lembaga tersebut menilai kualitas udara Jakarta sangat buruk dan mengancam kesehatan masyarakatnya.

    Anies menuturkan, pemerintah DKI telah mulai menggunakan bus listrik. Dengan cara ini diharapkan udara Jakarta bersih secara bertahap. Anies menunjuk BUMD, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), untuk mengoperasionalkan bus listrik.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Direktur PT Transjakarta Agung Wicaksono (kanan) mengecek bus listrik saat pra uji coba di Halaman Pendopo Balaikota, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Pemprov DKI Jakarta menargetkan dengan menggunakan bus listrik ini bisa mengurangi angka polusi udara di Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    "Langkah yang kita lakukan bertahap terutama kalau dari sisi Pemprov mengendalikan yang berada dalam kewenangan Pemprov," ujar Anies.

    Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono menargetkan 10 bus listrik diuji coba tahun ini. Uji coba sudah berlangsung di beberapa titik seperti kawasan Monumen Nasional (Monas), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Ancol.

    Uji coba bus listrik belum bisa dilakukan bebas di jalan raya. Sebab, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bus listrik belum terbit. Menurut Agung, pihaknya baru mengantongi Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) untuk tiga bus listrik yang diuji coba.

    Baca: Polusi Udara di Jakarta, Anies Baswedan Tuding Pembangkit Listrik Batubara

    Pada hari Lebaran kedua, Anies Baswedan menyebut salah satu penyumbang terbesar polusi udara di Ibu Kota adalah pembangkit listrik tenaga batubara. "Saya mau presentasikan khusus karena komponen polusi Jakarta bukan hanya kendaraan bermotor tapi yang juga yang besar adalah pembangkit listrik tenaga batubara," kata Anies di Makam Wakaf Muslim, Cilandak Barat, Kamis, 6 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.