Minggu, 22 September 2019

Lansia Hilang Lima Hari, Mayatnya Ditemukan di Lahan Kosong

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. guardian.ng

    Ilustrasi mayat. guardian.ng

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Cilincing, Jakarta Utara, dikejutkan temuan mayat orang tua atau lansia di sebuah lahan kosong di Kelurahan Rorotan, pada Senin 10 Juni 2019. Mayat ditemukan sudah membusuk karena diduga telah berada di lokasi lebih dari tiga hari.

    Baca juga:
    Usai Kerusuhan 22 Mei, Markus Belum Juga Terjamah Keluarga

    Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cilincing, Ajun Komisaris Suharto, mengungkap temuan oleh seorang warga bernama Suparjo. Senin pagi itu, sekitar Pukul 08.30, Suparjo disebutkan tengah mencari burung liar di lahan kosong milik PT Bintang Ekspres.

    "Saksi melihat ada mayat di lokasi tersebut dan selanjutnya memberitahu ke seorang anggota TNI yang kemudian menghubungi Polsek Cilincing Jakarta Utara," kata Suharto dalam keterangan tertulisnya, Selasa 11 Juni 2019.

    Polsek Cilincing yang menerima laporan tersebut kemudian melakukan pengecekan dan mendapati mayat dalam keadaan membusuk. Setelah dilakukan identifikasi, mayat tersebut diketahui bernama Supingah (77) beralamat Jalan Teratai, Cakung Timur, Jakarta Timur.

    Baca juga:
    3 Notaris Terbukti Tilap PPh Rp 5 Miliar Juga Kemplang BPHTB?

    Mayat tersebut bisa langsung didentifikasi karena sesuai dengan ciri-ciri laporan orang hilang yang dibuat oleh anak korban di Polsek Cakung. "Menurut keterangan anak kandungnya, korban sudah meninggalkan rumah sejak Rabu pada Pukul 13.00 WIB," ujar Suharto.

    Keterangan saksi lain mengungkap korban masih terlihat seorang diri di lokasi temuan mayat sekitar empat hari yang lalu. Mayat korban kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani proses autopsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe