Bocah Ditemukan Mati Tenggelam di Gorong-Gorong Cilincing

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta mengangkat sampah dan lumpur di gorong-gorong Protokol MH Thamrin, Jakarta, Senin 28 Januari 2019. Pengerukan lumpur dan sampah tersebut untuk mencegah penyumbatan saluran air yang dapat mengakibatkan genangan dan banjir. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Seorang petugas Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta mengangkat sampah dan lumpur di gorong-gorong Protokol MH Thamrin, Jakarta, Senin 28 Januari 2019. Pengerukan lumpur dan sampah tersebut untuk mencegah penyumbatan saluran air yang dapat mengakibatkan genangan dan banjir. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Syarifudin, 13 tahun, ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Cilincing, Jakarta Utara. Polisi menduga bocah itu meninggal setelah tenggelam di gorong-gorong tersebut.

    Baca juga:
    Digugat Rp 302 Miliar Soal Gaby Tewas Tenggelam, Ini Kata Sekolah

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menjelaskan bahwa mayat Syarifudin ditemukan pada Selasa, 11 Juni 2019, sekitar pukul 09.30 WIB. Lokasi gorong-gorong tepatnya di Kali Bambu Kuning, Marunda, Cilincing.

    Warga yang melihatnya langsung melapor ke polisi. “Saksi mengatakan korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dengan posisi tengkurap,” kata Argo dalam keterangan tertulis yang disebarkannya, Rabu, 12 Juni 2019.

    Argo mengatakan, polisi telah memeriksa dua orang saksi terkait penemuan mayat Syarifudin. Dari sana polisi menduga Syarifudin tewas kehabisan nafas karena tenggelam.

    Baca juga:
    Main Perosotan, Bocah Mati Tenggelam di Kanal Banjir Timur  

    “Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” kata Argo sambil menambahkan penanganan kasus temuan bocah mati tenggelam di gorong-gorong itu dilakukan Kepolisian Sektor Cilincing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.