Pencemaran Udara Jakarta, Dinas LH: Kualitas BBM Buruk

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

    Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih menyebut residu hasil pembakaran bahan bakar minyak (BBM) kendaraan menjadi sumber utama pencemaran udara di Jakarta. Sebab, 80 persen kendaraan yang menggunakan bensin berjenis solar mondar-mandir dari Jabodetabek ke Ibu Kota.

    Menurut Andono, kualitas bensin mempengaruhi besarnya pencemaran udara di Jakarta. "Jadi kalau BBM kita lebih bagus maka kualitas udara kita pasti lebih bagus," kata Andono di JSC Hive, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2019.

    Baca: Pencemaran Udara Jakarta, LBH Buka Posko Gugatan ke Pemprov DKI

    Andono menjelaskan pembakaran BBM jenis premium dan solar justru menghasilkan residu dengan kandungan sulfur atau belerang yang tinggi. Menurut dia, bensin dalam negeri berkualitas paling baik dimulai dari pertamax.

    Indikatornya adalah nilai oktan. Pertamax mengandung oktan 92. Sementara premium hanya memiliki oktan 88 dan pertalite oktan 90.

    Andono berujar bensin dengan oktan di bawah pertamax menghasilkan residu yang besar sehingga mencemari udara. "Maksudnya (bensin) paling bagus itu residunya akan lebih sedikit sedangkan premium atau solar masih tinggi kadar belerang," ujarnya.

    Baca: Bahaya Kanker, Pencemaran Udara Jakarta Sudah Lampaui Batas Wajar

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyebut buruknya kualitas udara Ibu Kota disebabkan asap kendaraan. Tak hanya itu, penyumbang terbesar lain polusi udara Jakarta adalah pembangkit listrik tenaga batubara.

    Andono tak menampik pernyataan Anies. Dia menyatakan pembakaran batubara di luar Jakarta bisa saja berpotensi mencemari udara Ibu Kota. Sebab, angin dapat membawa partikel asap batubara yang lembut itu mengarah ke Jakarta.

    Meski begitu, belum ada angka pasti ihwal seberapa besar angin yang mengandung asap batubara terbawa ke Jakarta dan menyebabkan pencemaran udara. Hanya saja, menurut Andono, polusi akibat kendaraan bermotor tetap menjadi penyumbang terbesar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.