Rencana Menikah dan Permintaan Khusus Tersangka Pengancam Jokowi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto tersangka yang mengancam Jokowi ditunjukkan saat melakukan keterangan pers terkait kasus ancaman kepada Presiden Indonesia Joko Widodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Kepolisian berhasil menangkap tersangka HS yang melakukan ancaman dengan berkata akan memenggal kepala Jokowi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto tersangka yang mengancam Jokowi ditunjukkan saat melakukan keterangan pers terkait kasus ancaman kepada Presiden Indonesia Joko Widodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Kepolisian berhasil menangkap tersangka HS yang melakukan ancaman dengan berkata akan memenggal kepala Jokowi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka pengancam Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Hermawan Susanto, 25 tahun, menyimpan permintaan khusus. Permintaan yang satu ini berbeda dengan permohonan penangguhan penahanan ke kepolisian ataupun permintaan maaf ke Jokowi.

    Baca: Tersangka Ancam Bunuh Jokowi Bikin Lagu Mars Polda di Tahanan

    Hermawan alias Wawan berharap kedua orang tuanya rujuk. Itu diharapkannya terjadi setelah dia sendiri menjalani pernikahan dengan sang tunangan pada bulan Juni ini, di dalam maupun luar tahanan. Rencana pernikahan itu telah dipastikan ayah Hermawan, Budiarto.

    "Saya akan tetap menikahkan anak saya, entah nanti numpang di Polda, kalau memang belum di bebaskan, tapi alangkah baiknya anak saya segera dibebaskan biar bisa nikah di rumah, biar ramai disaksikan tetangga," katanya di Polda Metro Jaya setelah membesuk Wawan, Kamis 13 Juni 2019.

    Budiarto juga mengatakan kesiapannya menikahi kembali mantan istrinya atau ibu kandung Wawan setelah pernikahan anaknya selesai. Dia mengaku memenuhi permintaan anak tunggalnya tersebut. "Anak satu-satunya kasihan lihat dia begini ditahan. Biar ada yang ngurusin juga," ujarnya.

    Baca: Polisi Sita Kacamata Hitam Wanita Penyebar Video Ancam Jokowi

    Hermawan ditahan setelah viral video berisi tayangan dirinya mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi. Dia melontarkan ancamannya itu dalam rekaman video sesama peserta demo 10 Mei di Bawaslu, Jakarta Pusat. Demonstrasi mendukung pasangan Prabowo-Sandi melaporkan dugaan kecurangan dalam pilpres yang saat itu sudah memastikan keunggulan Jokowi-Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.