Keluarga Tajudin Tersangka Pembunuhan Tokoh Diusir dari Kontrakan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi senjata api. w-dog.net

    Ilustrasi senjata api. w-dog.net

    TEMPO.CO, Bogor - Nasib keluarga Tajudin jadi tak menentu setelah pria itu dicokok polisi dan menjadi salah satu tersangka perencana pembunuhan tokoh nasional pada rusuh  21 dan 22 Mei 2019.

    Pemilik kontrakan tempat Tajudin dan keluarganya tinggal, Haji Opan, mengatakan dia telah meminta istri dan anak-anak Tajudin pergi dari rumah itu. Keluarga Tajudin sudah sekiytar sembilan tahun mengontrak rumah itu.

    “Iya saya minta istri TJ dan anak-anaknya pindah dari kontrakan saya,” kata Opan ditemui Tempo pada Kamis,13 Juni 2019.

    BacaIstri Yakin Tajudin Bukan Eksekutor Pembunuh 4 Tokoh Nasional 

    Opan menuturkan bahwa dia tidak ingin kontrakannya ditempati orang yang terlibat kasus kriminal dengan alasan tak ingin kontrakan dicap negatif." Berulang kali dia meminta Lita, istri Tajudin, agar segera pindah tapi wanita itu terus meminta perpanjangan waktu.

    “Ya, dia minta sampai kasus ini selesai. Dia juga belum dapat tempat tinggal lain,” kata Opan.

    Tajudin ditangkap pada Jumat, 24 Mei 2019, sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Raya Sentul, Citeureup, Kabupaten Bogor. Saat itu dia positif mengkonsumsi narkoba. Sedangkan tersangka calon eksekutor lainnya, Haji Kurniawan alias Iwan, ditangkap tiga hari sebelumnya, yaitu pada 21 Mei 2019 sekitar pukul 13.00 di lobi Hotel Megaria, Cikini, Jakarta Pusat.

    Polisi menangkap delapan tersangka dalam kasus tersebut. Dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam pada Selasa, 11 Juni 2019, polisi menayangkan video pengakuan Tajudin, Iwan, serta IR alias Irfansyah. Ketiganya mengaku ditugasi membunuh Menteri Polhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Intelijen Gories Mere, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, serta Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

    Tajudin mengatakan mendapat perintah dari mantan Pangkostrad Kivlan Zen melalui Iwan. “Saya mendapat perintah dari Mayjen Purn Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan untuk menjadi eksekutor,” ujar Tajudin.

    Baca jugaPengacara: Kasus Kivlan Zen Tak Terkait Rencana Pembunuhan

    Tempo pun menyambangi kontrakan yang dihuni keluarga Tajudin pada Kamis lalu, 13 Juni 2019. Lita, 39 tahun, mengatakan sedang pusing memikirkan nasib anak-anaknya yang sebentar lagi harus masuk sekolah. “Butuh biaya,” ucapnya kepada Tempo.

    Istri Tajudin itu juga menyatakan tidak ingin membahas seputar keterlibatan suaminya dalam kasus dugaan percobaan pembunuhan tokoh nasional bersama tujuh tersangka lainnya. "Kasus itu, ya saya liat dari media aja,” katanya.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.