Aturan Syariah di RSUD Kota Tangerang, Ini 8 Prinsip yang Viral

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi bekas terpasang papan pengumuman prinsip syariah di lantai dasar RSUD Kota Tangerang Kamis 13 Juni 2019. TEMPO/AYU CIPTA

    Lokasi bekas terpasang papan pengumuman prinsip syariah di lantai dasar RSUD Kota Tangerang Kamis 13 Juni 2019. TEMPO/AYU CIPTA

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Tangerang dr Lulu Faradis mengatakan ada delapan prinsip syariah yang dijalankan setelah rumah sakit pelat merah itu mengantongi akreditasi dari KARS dan sertifikasi RS Syariah dari DSN MUI.

    "Kami menjalankan delapan prinsip syariah itu di RSUD Kota Tangerang," kata Lulu kepada Tempo di kantornya, Jalan Pulau Putri Raya , Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, pada Jumat, 14 Juni 2019.

    BacaViral Prinsip Syariah RSUD Kota Tangerang, Ini Kata Direkturnya

    Dia menuturkan, pelayanan berdasarkan hukum Islam yang dimaksudnya antara lain membaca basmallah setiap memulai kegiatan bagi tenaga medik yang beragama Islam. Lulu lantas mengungkapkan delapan prinsip hukum Islam dalam pelayanan RSUD Tangerang.

    Delapan prinsip syariah itu adalah:

    1. Membaca basmallah untuk petugas medis sebelum pemberian obat atau  tindakan medis.
    2. Memasang kateter sesuai gender. Tindakan pemasangan katerer urine dan EKG, petugas RS harus sama gendernya dengan pasien. "Ini berkaitan erat dengan masalah menjaga aurat dan kenyamanan pasien," ucap Lulu, dokter gigi yang pernah 13 tahun berkarir sebagai dokter di Kepolisian RI.
    3.Mengedukasi keislaman dengan brosur sosialisasi
    4. Jadwal operasi tidak berbenturan waktu salat
    5.Menyediakan hijab bagi muslimah yang mau memakai. "Kalau muslim tidak berkenan ya kami tidak paksakan," kata Lulu.
    6. Menyediakan pakaian penutup  aurat bagi  ibu menyusui
    7. Menjaga aurat pada bagian lain tubuh, misalnya pasien sedang dilakukan tindakan operasi maka bagian tubuh yang tidak dioperasi ditutup. "Kalau dulu, ya terbuka," ucap Lulu.
    8. Menjaga khalwat dan ikhtilath. Khalwat adalah berduaan dengan bukan mahramnya sedangkan ikhtilath pencampuran pria dan wanita.

    Prinsip syariah nomor 8 ini sempat dipasang sebagai pengumuman di tembok rumah sakit lalu menuai protes dari publik. Banjir protes masyarakat terutama warganet juga disampaikan Direktur utama RSUD Kota Tangerang dr Feriansyah.

    "Karena diprotes netizen kami turunkan pengumuman itu dan akan diganti dengan kata-kata yang lebih familiar dan mudah dimengerti," kata Feri kepada Tempo pada Rabu malam, 12 Juni 2019.

    RSUD Kota Tangerang dibentuk berdasarkan Perda Kota Tangerang Nomor 12 tahun 2012 sebagai upaya tindak lanjut pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat. Rumah sakit ini dibangun oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui dua tahap, yakni pada 2012 dibangun sampai lantai 5 dan pembangunan tiga lantai lagi yang selesai pada November 2013.

    Baca jugaSyariah di RSUD Kota Tangerang, Wali Kota: Mencolok, Cukup yang Elegan

    Berikut data tentang RSUD Kota Tangerang:

    1.Pelayanan berdasarkan standar Rumah Sakit Umum kelas C dengan kapasitas 300 tempat tidur.
    2. Pelayanan sejak Maret 2019 berbasis syariah.
    3.Berlokasi di pusat Kota Tangerang,  jalan Pulau Putri Raya Nomor 101 Kelurahan Kelapa Indah Kecamatan Tangerang.
    4.Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang berdiri di atas lahan seluas 14.000 meter persegi dengan tinggi bangunan 8 lantai.
    5. Rumah Sakit Tipe C Non Kelas. Fasilitas yang disediakan: Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Rawat Jalan dengan 4 bidang spesialistik dasar dan 6 bidang spesialistik tambahan lainnya, Instalasi Rawat Inap dengan 300 TT, HCU, ICU, PICU, NICU, OK, VK, Hemodialisa, Radiologi, Laboratorium, Farmasi, Rehabilitasi Medik, Ruang Jenazah, Workshop, Dapur, Laundry, CSSD, IPAL, Ruang Administrasi Rumah Sakit, Ruang Medical Record dan Ruang Keamanan.
    6. Jumlah dokter spesialis di rumah sakit syariah ini 51 orang, 25 dokter umum,  190 perawat dan bidan, pegawai administrasi 42 orang.

    AYU CIPTA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.