Penangguhan Penahanan Tersangka Rusuh 22 Mei, Polda: Ada Penjamin

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tersangka dihadirkan dalam rilis barang bukti Ambulans Partai Gerindra yang membawa batu di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Mei 2019. Polisi mengamankan Ambulans Partai Gerindra yang dibawa dari Tasikmalaya bernomor polisi B 9686 PCF yang membawa batu diduga untuk kerusuhan 22 Mei serta uang sebesar Rp 1.200.000 dan sejumlah telpon genggam. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah tersangka dihadirkan dalam rilis barang bukti Ambulans Partai Gerindra yang membawa batu di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Mei 2019. Polisi mengamankan Ambulans Partai Gerindra yang dibawa dari Tasikmalaya bernomor polisi B 9686 PCF yang membawa batu diduga untuk kerusuhan 22 Mei serta uang sebesar Rp 1.200.000 dan sejumlah telpon genggam. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengatakan penangguhan penahanan untuk 100 dari 447 tersangka rusuh 22 Mei sudah sesuai prosedur dan dijamin oleh penasehat hukum.

    "Ada seratus tersangka ditangguhkan penahanannya, sudah sesuai prosedur dan ada penjamin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Baca: Pembakaran Mobil Brimob di Rusuh 22 Mei, Pelaku Disuruh Seseorang

    Argo mengaku tidak mengetahui detail terkait identitas 100 tersangka tersebut. Namun menurut dia, proses penangguhan itu sudah diproses beberapa waktu lalu secara bertahap.

    Menurut Argo, pertimbangan penangguhan penahanan tersebut merupakan subjektifitas dari penyidik. "Dasarnya subjektifitas penyidik," ujarnya.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra sebelumnya menyebutkan pertimbangan untuk mengabulkan penangguhan penahanan itu di antaranya adalah bobot keterlibatan mereka sebagai tersangka pelaku kerusuhan. Asep menyebut ada yang disangka terlibat penuh dalam kerusuhan dan ada yang hanya tidak menuruti perintah polisi membubarkan diri. "Itu juga merupakan tindakan melanggar hukum diatur dalam Pasal 218 KUHP," kata Asep menjelaskan sangkaan yang kedua.

    Baca: Polisi Ungkap Pencuri Pistol Glock 17 Brimob di Kerusuhan 22 Mei

    Pertimbangan lain yang digunakan polisi adalah alasan kesehatan. Asep menyebut tersangka pelaku yang juga menjadi korban dari antara kerusuhan yang terjadi.

    Kepolisian menetapkan 447 orang menjadi tersangka dalam rangkaian rusuh 22 Mei tersebut yang terjadi mulai 21 Mei malam hingga 23 Mei dinihari. Para tersangka ditangkap dari titik-titik kerusuhan yang berbeda, mulai dari depan Gedung Bawaslu, kawasan Petamburan, Pasar Tanah Abang, dan Slipi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.