Revitalisasi Trotoar Cikini - Kramat, DKI Anggarkan Rp 75 Miliar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki berjalan di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Anggaran revitalisasi trotoar ini direncanakan sebesar Rp 75 miliar. ANTARA/Galih Pradipta

    Pejalan kaki berjalan di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Anggaran revitalisasi trotoar ini direncanakan sebesar Rp 75 miliar. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan anggaran senilai Rp 75 miliar untuk revitalisasi trotoar di Cikini dan Kramat, Jakarta Pusat. Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho menyampaikan angka itu sudah termasuk membiayai pembangunan fasilitas trotoar, seperti kursi, ubin pemandu difabel, petunjuk arah atau wayfinding, pohon, dan lainnya.

    "Penataan trotoar dilakukan secara complete street," kata Hari saat dihubungi, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Baca: Setelah Sudirman - Thamrin, DKI akan Tata Trotoar di 10 Titik Ini

    Revitalisasi juga mencakup penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di sekitaran jalur khusus pejalan kaki itu. Penataan PKL akan dikoordinasikan dengan Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah serta Wali Kota Jakarta Pusat.

    Hari menjelaskan revitalisasi dilakukan sepanjang jalan Cikini-Pegangsaan Timur dan Kramat-Salemba. Total panjangnya mencapai 10 kilometer. Trotoar yang sudah ada saat ini, yakni berukuran 1,5-3 meter akan dibuat menjadi 4-7 meter.

    Baca: Kawasan Kemang akan Jadi Area Pejalan Kaki, Ini Alasan Anies

    Menurut Hari, revitalisasi diperlukan karena trotoar saat ini tidak ramah bagi penyandang disabilitas. "Juga bergelombang dan sebagian trotoar terputus," kata dia.

    Hari mengatakan revitalisasi trotoar itu sudah mulai dikerjakan bulan ini. Pengerjaannya ditargetkan selesai Desember 2019. Ia memastikan revitalisasi tidak akan mengganggu arus lalu lintas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.