Abrasi di Muara Gembong Sudah 10 Tahun, Begini Cerita Warga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rumah warga yang hancur terkena dampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Tidak sampai satu dekade semuanya telah berubah. Masa keemasan di sana hanya berjalan sejak tahun 1998-2005. Pada tahun 2005 hingga kini ladang tambak mulai tergenang banjir, ikan dan udang sering hilang terbawa pasangnya air laut. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Suasana rumah warga yang hancur terkena dampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Tidak sampai satu dekade semuanya telah berubah. Masa keemasan di sana hanya berjalan sejak tahun 1998-2005. Pada tahun 2005 hingga kini ladang tambak mulai tergenang banjir, ikan dan udang sering hilang terbawa pasangnya air laut. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Bekasi - Warga di Kampung Muarajaya RT 01 RW 01 Desa Pantaimekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi menceritakan bahwa abrasi yang terjadi di wilayah mereka telah terjadi sejak 10 tahun lalu. Hal tersebut membuat rumah warga rusak dan kampung itu mulai sepi ditinggal penghuni.

    "Dulu di sini (Kampung Muarajaya) paling ramai, banyak nelayan dari mana-mana, motor juga bisa masuk. Tapi semua berubah setelah abrasi datang," kata Firman, 35 tahun, salah seorang warga, Ahad, 16 Juni 2019.

    Baca: Abrasi di Muara Gembong, Puluhan Rumah Warga Rusak

    Dulu, kata Firman, terdapat puluhan rumah di kampungnya. Namun rumahnya dan sekitar 50 rumah lainnya hilang tersapu air saat terjadi abrasi. ia dan sejumlah warga pun pindah ke Kampung Baru di RT 02 RW 01 Desa Pantaimekar.

    Sejak itu pula, menurut Firman, tidak ada penanganan berarti dari pemerintah daerah. Padahal sampai saat ini masih ada warga yang bertahan di kampungnya meski sudah sepi penghuni.

    Salah satunya adalah Ijah (60). Ia tinggal bersama delapan orang anak dan cucunya. "Saya masih bertahan, habis mau tinggal di mana lagi. Sekarang hanya tinggal tiga rumah, dan ada sembilan orang di sini," ujarnya.

    Baca: Ada Elang Bondol, Bekasi Tata Ekowisata Mangrove Muara Gembong

    Sementara itu, Camat Muara Gembong Junaefi mengatakan sejauh ini penanganan abrasi dilakukan dengan penanaman pohon bakau (mangrove) di tepi pantai. Langkah tersebut, menurut dia, cukup ampuh karena mampu mengurangi abrasi yang kini mengancam warga di pesisir pantai.

    "Kalau wilayah di Muara Gembong memang berpotensi terkena abrasi karena letaknya di pesisir. Selain di Pantaimekar, di Muarabungin dan Muarabeting juga terjadi abrasi. Rata-rata satu sampai dua RT sudah hilang," kata Junaefi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.