Menjelang PPDB Online Bekasi, Telkom Siapkan Jaringan 56 SMP

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Disdik Jabar Gelar Uji Publik PPDB Tahap Pertama

    Disdik Jabar Gelar Uji Publik PPDB Tahap Pertama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Telkom telah menyiapkan jaringan di 56 SMPN di Bekasi untuk menjamin konektivitas pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. 

    Baca: PPDB DKI, Ada Jalur Khusus untuk Anak Pemegang KJP

    GM Telkom Bekasi Dwi Pratomo Juniarto mengatakan, kerja sama antara Telkom dan Pemerintah Kota Bekasi dalam pelaksanaan PPDB 2019 melingkupi 56 SMP negeri. Dia mengatakan kesiapan jaringan di semua sekolah itu sudah mencapai 100 persen.

    "Kami sudah menyiapkan jaringan yang andal untuk setiap connectivity di semua sekolah tersebut," kata dia di Bekasi, Minggu 16 Juni 2019.

    Pelaksanaan PPDB 2019 untuk jenjang SMPN di Kota Bekasi akan dibuka pendaftarannya secara online mulai 1-3 Juli 2019.

    Telkom juga menyiagakan petugas khusus dalam pelaksanaan PPDB 2019. "Sama seperti tahun lalu kita akan ada petugas yang standby. Tetapi bukan standby di sekolah, melainkan di area. Petugas ini terbagi menjadi beberapa tim," ujarnya.

    Tim tersebut bertugas memberikan informasi ke sekolah-sekolah apabila ada gangguan. "Tugas tim ini menginformasikan ke sekolah kalau ada gangguan interupsi, baik itu aplikasi maupun jaringan segera hubungi nomor ini. Nanti kita akan berikan nomornya," katanya.

    Pihaknya juga akan meningkatkan kecepatan internet sesuai kebutuhan secara temporer di sekolah yang menggunakan layanan Telkom saat PPDB 2019.

    Baca: Dinas Pendidikan Sebut Tak Ada Penyalahgunaan SKTM pada PPDB di DKI

    Selama ini, kata Dwi, tidak pernah ada masalah jaringan dalam pelaksanaan PPDB 2019 di Bekasi. "Paling memang biasanya concern dari Disdik tolong dijaga jaringannya. Kalau aplikasi di server, tidak pernah ada masalah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.