Sofyan Jacob Eks Kapolda Metro Tersangka Makar Dipanggil Ulang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Sofyan Jacob. Dok.TEMPO/ Awaluddin R

    Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Sofyan Jacob. Dok.TEMPO/ Awaluddin R

    TEMPO.CO, JAKARTA- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya hari ini, Senin, 17 Juni 2019, menjadwalkan pemeriksaan mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Sofyan Jacob. Dia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan makar.

    "Jadwalnya hari ini jam 10.00 WIB," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

    BacaIni Profil Sofyan Jacob, Eks Kapolda Metro Jaya Tersangka Makar

    Pemeriksaan tersebut merupakan panggilan yang kedua setelah pada Senin pekan lalu, 10 Juni 2019, Sofyan tidak memenuhi panggilan dengan alasan sedang sakit. Kuasa hukumnya, Ahmad Yani, hadir di Polda Metro pada hari itu untuk mengantar surat permohonan penjadwalan ulang pemeriksaan.

    Polisi menetapkan Sofyan Jacob sebagai tersangka pada Rabu, 29 Mei 2019, setelah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan gelar perkara. Ia disangka makar berdasarkan isi sebuah rekaman video. "Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video," ujar Argo, pekan lalu.

    Baca jugaAlasan Polisi Tetapkan Eks Kapolda Sofyan Jacob Tersangka Makar

    Mantan Kapolda Metro Jaya yang menjabat di era Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri itu dilaporkan oleh seseorang di Bareskrim Mabes Polri yang juga pelapor kasus makar tersangka Eggi Sudjana dan Kivlan Zen. Selanjutnya, laporan terhadap Sofyan itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

    Sofyan Jacob disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.