H-2 Tenggat di Kemendagri: Petisi Online Stop Izin FPI 480 Ribu

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari Front Pembela Islam menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Kencana Wiwaha, untuk memberikan dukungan kepada Mahkamah Konstitusi yang sedang menggelar sidang perdana gugatan sengketa Pilpres 2019 hari ini, 14 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Massa dari Front Pembela Islam menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Kencana Wiwaha, untuk memberikan dukungan kepada Mahkamah Konstitusi yang sedang menggelar sidang perdana gugatan sengketa Pilpres 2019 hari ini, 14 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Jumlah netizen yang menandatangani petisi stop izin organisasi masyarakat Front Pembela Islam alias FPI tidak diperpanjang di laman Change.org, namun yang meneken terus bertambah.

    Petisi yang dibuat Ira Bisyir sebulan lalu itu, telah ditandatangani 480.711 netizen dari target 500 ribu pada Senin pagi, 18 Juni 2019.

    Baca juga : Petisi Online dukung FPI Eksis Hampir Capai Target

    Dalam petisi yang diberi judul 'Stop Ijin FPI' itu, Ira mengingatkan bahwa izin ormas yang dipimpin oleh Rizieq Shihab tersebut bakal berakhir. Ia mengajak masyarakat menandatangani petisi yang dibuatnya untuk menolak bersama-sama izin FPI diperpanjang.

    "Karena organisasi tersebut adalah merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI. Mohon sebar luaskan petisi ini, agar tercipta Indonesia yang aman dan damai. Mohon tanda tangani petisi ini," kata Ira dalam petisi yang ditulisnya.

    Petisi muncul menyusul informasi izin FPI sebagai ormas yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri akan berakhir bulan ini. Dalam pesan yang tersiar berantai tertulis masa berlaku izin FPI mulai dari 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

    Sejumlah warganet ikut mendukung agar izin FPI tidak diperpanjang. Effendi Yusuf menanyakan
    sudah berapa banyak negara, masyarakat, keragaman budaya lokal yang hancur atau tertindas oleh organisasi ekstrimis seperti FPI.

    Ia mencontohkan sejumlah negara hancur karena adanya organisasi radikal, seperti Lebanon sampai mengalami pergeseran demografis, penindasan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak dan Suriah.

    Selain itu, kebiadaban rezim barbar Saudi maupun Iran, Taliban di Afghanistan dan Pakistan, yang sesekali menterror India, berbagai paramiliter di negara gagal di Afrika, Al Shabaab, Boko Haram, Al Qaeda di Maghreb, dst.

    Baca juga : Kata FPI Soal Petisi Cabut Status WNI Rizieq Shihab

    Menurut dia, Indonesia yang sedemikian kaya keberagaman dan warisan sejarah serta budaya ini jangan sampai mengalami nasib sama dgn belahan dunia lain tersebut. "Mari kita bersatu menghalau penjajahan budaya dan membangkitkan budaya lokal kita sendiri. Salam Bhinneka. Salam lestari," tulis Efendi.

    Netizen lainnya, Affaf Mujahidah mengatakan FPI merepresentasikan intolerance dan supremacy, arogan kepada siapapun selain kelompoknya, menggunakan agama sebagai alat tanpa mengerti esensinya. "Singkat kata Islam bukanlah FPI."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.