Kivlan Zen Tiba di Polda untuk Dikonfrontasi dengan Habil Marati

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Kivlan Zen, Yuntri, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pada Senin, 17 Juni 2019. Tempo/Adam Prireza

    Pengacara Kivlan Zen, Yuntri, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pada Senin, 17 Juni 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, memenuhi panggilan pemeriksaan konfrontasi dengan keterangan tersangka dan saksi lain. Dia tiba di Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya sekitar pukul 16.55 WIB, Selasa, 18 Juni 2019.

    Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu datang didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Yuntri. Kivlan yang dikawal ketat polisi tidak memberikan keterangan kepada wartawan.

    BacaUsai Diperiksa Soal Habil Marati, Kivlan Zen Lari dari Wartawan

    "Agenda hari ini konfrontasi antara tersangka Habil Marati dengan para saksi-saksinya termasuk Pak Kivlan," kata Yuntri sebelum menyusul Kivlan ke ruang penyidik.

    Menurut dia, substansi konfrontasi seputar aliran dana yang diduga digunakan membeli senjata api ilegal dan pembunuhan para tokoh. Selain dikonfrontasi dengan Habil Marati, keterangan kliennya juga bakal dicocokkan dengan pengakuan tersangka Iwan Kurniawan, Adnil, Vivi serta Tajudin. "Tersangka di sini hanya Pak Habil. Sedangkan yang lainnya hanya (sebagai) saksi."

    Polisi menangkap mantan anggota DPR dari PPP, Habil Marati, atas dugaan makar. Sedangkan dugaan keterlibatan Habil Marati dalam rencana pembunuhan empat pejabat  terungkap dalam penelusuran Majalah Tempo seputar rusuh di Jakarta pada 22 Mei 2019.

    Baca jugaPolisi Periksa Lagi Kivlan Zen, Terkait Aliran Dana Habil Marati

    Habil Marati disebut pernah memberikan uang Rp 60 juta kepada Iwan Kurniawan, eks anak buah Kivlan Zen di TNI AD. Iwan desersi pada 2005 dan diduga diminta oleh Kivlan Zen untuk melakukan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara. "Pak Kivlan sudah menangkal (membantah) semuanya," kata Yuntri.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.