Saksi Sebut Simpan Bukti Kasus Joko Driyono di Rumah OB

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tiba di PN Jakarta Selatan dengan tangan diborgol  untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Senin, 6 Mei 2019. Dalam kasus ini, ia disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tiba di PN Jakarta Selatan dengan tangan diborgol untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Senin, 6 Mei 2019. Dalam kasus ini, ia disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JAKARTA - Anggpta Staf PT Liga Indonesia, Hewin Dio, menyatakan menitipkan sejumlah dokumen di rumah Gofur, office boy tempat dia bekerja. Hewin menjadi saksi dalam persidangan perkara perusakan barang bukti pengaturan skor pertandingan bola dengan terdakwa mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono hari ini, Selasa, 18 Juni 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Di depan Majelis Hakim, Hewin menyatakan secara spontanitas menitipkan dokumen tersebut kepada Gofur. Dokumen yang disimpan dalam satu koper dan satu tas ransel itu menjadi barang bukti di pengadilan.

    BacaPlt Ketum PSSI Joko Driyono Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor

    "Tidak ada perintah karena waktu itu weekend dan saya mau ke luar kota," ujar Hewin dalam persidangan. 

    Hewin menyebutkan, awalnya dia menerima dokumen tersebut dari sopir Joko Driyono yang bernama Mardoni Mogot. Saat itu Hewin sedang menginap di Hotel Sultan dan dihubungi oleh Mardani. Dokumen diterima oleh Hewin lalu ditaruh di mobilnya. Kepada Majelis Hakim, Hewin mengaku tidak tahu isi dokumen tersebut sebab Mardoni hanya berpesan menitipkan tumpukan dokumen itu. 

    Dia mengatakan, sebelum pergi ke luar kota dia telah menghungi Mardoni untuk mengembalikan dokumen tadi. Namun, saat itu tidak ada jawaban dari Maroni. "Jadi saya titipkan ke Gofur agar jika Pak Joko butuh bisa diambil."  

    Gofur, juga saksi dalam perkara ini, membenarkan pernah menerima dokumen sebanyak satu ko koper dan satu ransel dari Hewin. Saat itu Hewin berpesan agar tidak memberitahu siapa pun soal  dokumen tersebut. Menurut Gofur, Hewin juga berpesan dokumen jangan sampai terkena hujan atau air.

    "Saat itu pesannya, nyuruh (saya) diam saja," ujar Gofur. 

    Gofur menuturkan kemudian Kepolisian mendatangi rumahnya di kawasan Kampung Rambutan. "Semuanya dibawa polisi," ujarnya.

    Baca jugaDiperiksa 21 Jam Kasus Pengaturan Skor, Joko Driyono: Mohon Doa

    Joko Driyono didakwa telah melakukan kejahatan dengan maksud menutupi atau menghalangi, atau mempersulit penyidikan kasus pengaturan skor pertandingan. Ketika itu dia menjabat Plt Ketua Umum PSSI. Joko Driyono didakwa menghancurkan, menghilangkan, menyembunyikan barang-barang atau berkas kejahatannya. Dia diduga mengambil kepingan Digital Video Recorder (DVR) atau perangkat penyimpan rekaman video CCTV dan satu unit Laptop. 

    Taufiq Siddiq 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.