Usai Konfrontasi dengan Habil Marati, Kivlan Zen: Saya Difitnah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bersiap menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bersiap menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka makar dan kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn.) Kivlan Zen menyatakan dirinya difitnah. Hanya kata itu yang disebutnya berulang-ulang usai menjalani pemeriksaan konfrontasi dengan tersangka lain di antaranya politikus PPP, Habil Marati, di Polda Metro Jaya.

    Baca: Penahanan Kivlan Zen Diperpanjang 40 Hari

    Pemeriksaan konfrontasi itu dimulai pada Selasa siang dan baru berakhir pada Rabu dini hari ini, 19 Juni 2019. Kivlan keluar dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 00.10 WIB. "Saya difitnah, saya difitnah," ujar mantan Kepala Staf Kostrad itu sambil memasuki mobilnya.

    Sebelumnya, kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, mengatakan, konfrontasi dilakukan antara kliennya dengan Habil Marati, Iwan Kurniawan, Adnil, serta Tajudin. Tiga orang yang terakhir adalah desersi anggota TNI, tersangka perusuh bersenjata api dalam kerusuhan 22 Mei lalu.

    Sedang terhadap Habil Marati polisi menetapkan sangkaan makar. Polisi juga mendalami soal senjata api untuk pembunuhan beberapa tokoh nasional dalam kerusuhan 22 Mei lalu lewat politikus itu.

    Baca: Tuduh Bersaksi Palsu, Kivlan Zen Laporkan Iwan Kurniawan ke Polisi

     

    Yuntri menambahkan, status Iwan dan Habil telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus makar bersama Kivlan. Sedang yang lain masih berstatus saksi dalam kasus yang sama.

    Yuntri menjelaskan bahwa kliennya telah membantah semua tuduhan atas pembelian senjata tersebut dari Habil. "Nanti tinggal konfrontir, jika Iwan berbohong, maka pak KZ (Kivlan Zein) harus dibebaskan."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.