Revitalisasi 21 Pasar Diperkirakan Mundur karena Persoalan Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan pengunjung di sentra penjualan mainan anak di Pasar Gembrong, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2019. Pasar ini diminati warga karena menjajakan beragam mainan anak dengan harga lebih murah dari pusat perbelanjaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kepadatan pengunjung di sentra penjualan mainan anak di Pasar Gembrong, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2019. Pasar ini diminati warga karena menjajakan beragam mainan anak dengan harga lebih murah dari pusat perbelanjaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PD Pasar Jaya memperkirakan rencana revitalisasi 21 pasar tradisional di Jakarta diperkirakan akan mundur. BUMD ini semula menargetkan revitalisasi pasar rampung pada 2021.

    Persoalannya, status lahan pasar masih dalam proses perubahan sertifikasi. "Jadi, saat ini status tanahnya Pasar Jaya ini adalah hak pakai. Jadi, di 21 pasar ini (status tanahnya) akan diubah menjadi hak pengelolaan lahan oleh Pak Gubernur (Anies Baswedan)," kata Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya Arief Nasrudin kepada Antara di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019.

    Baca: Tak Layak, 4 Pasar Tradisional di Bekasi Segera Revitalisasi

    Arief mengatakan bahwa proses perubahan sertifikasi sangat penting. Sebab, apabila status lahan pasar telah menjadi hak pengelolaan lahan, pihaknya akan lebih mudah dalam melakukan pengelolaan.

    "Ini akan menjadi sejarah baru buat Pasar Jaya bisa mendapatkan HPL (hak pengelolaan lahan). Jadi, pembangunan pasarnya bisa diintegrasi dengan rusun dan apa pun yang sudah di-perdakan. Ini proses perubahannya yang memang sedang berjalan," kata Arief.

    Menurut Arief, proses perubahan sertifikasi lahan pasar dari hak pakai menjadi hak pengelolaan lahan memakan waktu yang tidak sebentar atau sekitar 1 tahun. Karena itu, diperkirakan revitalisasi pasar secara fisik baru dapat dilakukan pada 2020. "Jadi, kami lagi menunggu supaya tatanan ini selesai terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan dengan kerja sama pihak ketiga atau apa pun itu," ujarnya.

    Baca: Alasan Bos PD Pasar Jaya Lanjutkan Revitalisasi Pasar Gang Kancil

    PD Pasar Jaya akan merevitalisasi 21 pasar tradisional di DKI Jakarta. Program revitalisasi tersebut dijadwalkan dimulai pada 2019 dan rampung 2021.

    Konsep revitalisasi direncanakan akan mengintegrasikan pasar dengan permukiman penduduk, rusunawa, rusunami, hotel, dan perkantoran, dengan penambahan fasilitas, seperti bioskop rakyat pada beberapa pasar.

    Adapun 21 pasar tradisional yang akan direvitalisasi adalah Pasar Minggu, Jakarta Selatan; Pasar Kebon Melati, Jakarta Pusat; Pasar Lontar, Jakarta Pusat; Pasar Lontar, Jakarta Utara; Pasar Jembatan Lima, Jakarta Barat; Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat; dan Pasar Slipi, Jakarta Barat.

    Berikutnya, Pasar Jelambar Polri, Jakarta Barat; Pasar Radio Dalam, Jakarta Selatan; Pasar Mede, Jakarta Selatan; Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan; Pasar Karet Pedurenan, Jakarta Selatan; Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan; Pasar Kayu Putih, Jakarta Utara, dan Pasar Rawamangun, Jakarta Timur.

    Revitalisasi pasar juga akan dilakukan di Pasar Rawabadak, Jakarta Utara; Pasar Sindang, Jakarta Utara; Pasar Jembatan Merah Blok A, Jakarta Pusat; Pasar Sunan Giri, Jakarta Timur; Pasar Cipete Utara Blok A, Jakarta Selatan dan Pasar Serdang, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.