Kisruh PPDB, Kenapa Disdik Jawa Barat Sebut Orang Tua Main Judi?

Sejumlah siswa dan orang tua murid antre saat akan mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, 18 Juni 2019. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Depok -Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Dadang Ruhiyat mengatakan, membludaknya masyarakat pada musim Penerimaan Peserta Didik Baru disingkat PPDB di beberapa sekolah diakui karena masih belum meratanya keberadaan sekolah negeri di beberapa wilayah.

“Seperti di Depok, jumlah sekolahnya sih ada 13, dari 11 kecamatan, tapi tidak merata seperti di Kecamatan Beji nggak ada sekolah negeri,” kata Dadang kepada Tempo, Selasa 18 Juni 2019.

Baca : Bekasi Mulai Uji Penghafal Al Quran yang Daftar ke SMP Negeri

Dadang mengatakan, pelaksanaan PPDB bisa berjalan mulus apabila penyebaran sekolah di wilayah perkotaan merata. “Misalnya per-kecamatan 1 sekolah atau bisa dilihat dari kepadatan penduduk, bahkan bisa keduanya,” kata Dadang.

Dadang pun mengatakan, untuk di Kota Depok pihaknya telah mengusulkan untuk membeli lagi lahan untuk pembangunan sekolah menengah atas negeri.

“Kalau usulan sudah dari tahun 2018, Kota Depok perlu sekolah lagi tapi belum di respon,” kata Dadang.

Lebih jauh Dadang mengatakan, pada pelaksanaan PPDB tahun 2019 ini, pihaknya telah mengantisipasi agar tidak terjadi pembludakkan pada masing-masing sekolah salah satunya dengan sosialisasi.

“Sebelum pelaksanaan PPDB ini, kami sudah lakukan sosialisasi mulai dari tingkat kantor cabang dinas, kota/kabupaten bahkan hingga tingkat kecamatan,” tutur Dadang lagi.

Orangtua dan calon siswa mengantre saat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bandung, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Jawa Barat periode 2019/2020 sebanyak 281.950 kursi dan pendaftarannya dimulai serentak 17 Juni hingga 22 Juni 2019. ANTARA

Dalam sosialisasi tersebut, kata Dadang, pihaknya menjelaskan sistem PPDB yang menggunakan tiga jalur yakni jalur zonasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua.

Selain itu, ia juga mengatakan, pihaknya telah menyampaikan informasi terkait kapasitas penerimaan pada masing masing sekolah yang rata-rata hanya 300 an siswa.

“Tapi keliatannya gambling orang tuanya itu, padahal udah jelas kemampuannya (sekolah) itu hanya 300 hingga 360 an, dan itupun terbagi zonasi, perpindahan dan prestasi,” kata Dadang.

Bukan hanya gambling, Dadang pun mengatakan, sebelum pelaksanaan PPDB, diduga ada informasi yang beredar tentang diharuskannya masyarakat datang lebih pagi ke sekolah jika ingin diterima.

Baca : PPDB Online, Penyebab Warga Membeludak Datangi SMAN 1 Depok

“Padahal nggak perlu datang berbondong-bondong atau lebih pagi, pendaftaran dibuka panjang dan haknya sama,” kata Dadang.

Dadang mengatakan, pendaftaran PPDB dibuka sejak tanggal 17 hingga 22 Juni 2019, dan setiap masyarakat yang mendaftar memiliki hak yang sama yakni dilihat dari tiga aspek, jalur zonasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua. “Tapi saya nggak tau kenapa ada informasi yang beredar kalau yang daftar lebih dulu peluang keterimanya lebih besar, padahal sama aja, ini jadi evaluasi kita juga,” kata Dadang.






PSI Minta Dinas Pendidikan DKI Hapus Syarat PIP Dalam PPDB Bersama

15 hari lalu

PSI Minta Dinas Pendidikan DKI Hapus Syarat PIP Dalam PPDB Bersama

Dinas Pendidikan DKI memperluas cakupan kolaborasi program PPDB Jakarta dengan sekolah swasta.


Rektor Unila Bukan yang Pertama, Ini Sederet Kasus Jual Beli Bangku di Dunia Pendidikan

30 Agustus 2022

Rektor Unila Bukan yang Pertama, Ini Sederet Kasus Jual Beli Bangku di Dunia Pendidikan

Praktek jual beli bangku di dunia pendidikan Indonesia sudah lama dan marak terjadi. Terakhir Rektor Unila pun kena OTT untuk kasus serupa.


Beredar Surat Sakti Anggota DPRD Banten Masukkan Nama Calon Siswa ke SMA Favorit di Tangsel

18 Juli 2022

Beredar Surat Sakti Anggota DPRD Banten Masukkan Nama Calon Siswa ke SMA Favorit di Tangsel

Surat sakti anggota DPRD Banten beredar yang berisi nama calon siswa agar diterima di SMA favorit di Tangsel. Dibantah anggota DPRD.


Pemkot Solo Bakal Gabungkan SD yang Minim Siswa

13 Juli 2022

Pemkot Solo Bakal Gabungkan SD yang Minim Siswa

Supaya efisisen, Pemerintah Kota Solo berencana untuk menggabungkan sekolah dasar yang siswanya minim.


Semangat Azzam Jadi Satu-satunya Siswa Baru di SD Sriwedari 197 Solo

12 Juli 2022

Semangat Azzam Jadi Satu-satunya Siswa Baru di SD Sriwedari 197 Solo

Azzam menjadi satu-satunya siswa kelas I di SD Sriwedari 197 Solo dari hasil PPDB zonasi. Meski hanya sendiri di kelas, dia tetap semangat belajar


Hanya Ada 1 Siswa Baru di SD Sriwedari 197 Solo dari PPDB Zonasi

11 Juli 2022

Hanya Ada 1 Siswa Baru di SD Sriwedari 197 Solo dari PPDB Zonasi

Sejumlah SD di Kota Solo diketahui masih kekurangan siswa baru lewat sistem PPDB zonasi. Meski begitu, kegiatan belajar tetap berjalan.


PPDB 2022, Sekda Depok: Tak Lulus Negeri, Ada Bantuan Masuk Swasta

3 Juli 2022

PPDB 2022, Sekda Depok: Tak Lulus Negeri, Ada Bantuan Masuk Swasta

PPDB 2022 yang masih berlangsung menimbulkan persaingan ketat demi bisa masuk sekolah negeri


Pendaftar PPDB Depok Lampaui Kuota, Orang Tua Kecewa Anak Tidak Diterima SMP Negeri

30 Juni 2022

Pendaftar PPDB Depok Lampaui Kuota, Orang Tua Kecewa Anak Tidak Diterima SMP Negeri

DKR Depok banyak mendapat laporan soal PPDB, Dinas Pendidikan tidak mengakomodir peserta Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS PBI),


Berikut Prestasi yang Dapat Dipertimbangkan Ikut PPDB Depok 2022 Jenjang SMP

30 Juni 2022

Berikut Prestasi yang Dapat Dipertimbangkan Ikut PPDB Depok 2022 Jenjang SMP

Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Depok tahun 2022 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) jalur prestasi dibuka mulai 30 Juni 2022. Pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikannya telah mengeluarkan persyaratannya.


PPDB Jateng 2022 SMA/SMK: Cara Ubah Pilihan Sekolah, Mendaftar, dan Jadwal

29 Juni 2022

PPDB Jateng 2022 SMA/SMK: Cara Ubah Pilihan Sekolah, Mendaftar, dan Jadwal

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 tingkat SMA/SMK Negeri Jawa Tengah telah dibuka pada hari ini, Rabu, 29 Juni 2022 hingga 1 Juli