Bocah Pelaku Perampokan dan Pembacokan Penjaga Warung Ditangkap

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Celurit. tokopedia.com

    Celurit. tokopedia.com

    TEMPO.CO, JAKARTA- Polisi menangkap seorang anak di bawah umur berinisial AR alias Pai, 16 tahun. Dia diduga terlibat perampokan dan pembacokan penjaga warung berinisial GSD di Kota Bekasi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan saat melakukan perampokan AR melakukan empat kali pembacokan terhadap korban menggunakan celurit. "Dibacok di bagian lengan dan hingga jari kelingking korban putus," tutur Argo di kantornya, Rabu, 19 Juni 2019.

    BacaPerampokan di Taksi Online, Polisi Ingin Sistem SOS Diterapkan

    Menurut Argo, kasus itu terjadi pada Jumat, 14 Juni 2019, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu GSD sedang menjaga warungnya di Jalan Raya Sultan Agung, Pondok Ungu, Medan Satria, Kota Bekasi. Lantaran pembeli sepi, ia pun menunggu warung sambil memainkan ponselnya.

    AR yang sedang dibonceng rekannya yang masih buron, berinisial MFS alias Isal, pun langsung turun dari sepeda motor. Tanpa berkata apa-apa, ia membacok lengan korban sebanyak empat kali. "Saat handphone GSD lepas, langsung diambil oleh AR dan mereka kabur," ujar Argo.

    Baca jugaPembacokan di Daan Mogot, Panglima FBR Minta Anggota Tahan Diri

    Polisi lantas mencokok pelaku perampokan dan pembacokan itu di Kota Bekasi. Sedangkan MFS masih diburu. Menurut Argo, polisi akan menjerat AR dengan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.