Kerusuhan 21-22 Mei, Polisi:Ada Anak Terbelakang Mental Terlibat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP, Ade Ary Syam Indradi (kiri) memerhatikan tayangan video tersangka pada keterangan pers terkait kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang di gelar di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Ary Syam Indradi menyebut Kivlan merupakan sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP, Ade Ary Syam Indradi (kiri) memerhatikan tayangan video tersangka pada keterangan pers terkait kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang di gelar di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Ary Syam Indradi menyebut Kivlan merupakan sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JAKARTA- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi telah menangkap sebanyak 447 tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 dan hari berikutnya.

    Menurut Argo, dari seluruh tersangka 35 di antaranya anak-anak sehingga sebagian telah dikembalikan kepada orangtua masing-masing. "Ada anak yang keterbelakangan mental terlibat, sudah kami kembalikan ke orang tuanya," katanya di Polda Metro Jaya hari ini, Rabu, 19 Juni 2019.

    BacaKerusuhan 22 Mei: Kronologi Pistol Glock dan Peluru Brimob Dicuri

    Dia menjelaskan ada pula anak-anak yang sudah menjalani sidang diversi dan diputus masing-masing 2 dan 6 bulan kurungan atau rehabilitasi. Mereka dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, Jakarta timur.

    Kepala Balai Handayani, Neneng Hariyani, mengatakan proses hukum anak yang ditolak diversi masih terus berjalan di Kepolisian. Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara dari peradilan pidana menjadi di luar peradilan.

    "Yang diversinya ditolak  tetap disidik oleh polisi," ucapnnya pada Senin lalu, 17 Juni 2019.

    Baca jugaPolisi Kantongi Rekaman Pembicaraan Aktor Kerusuhan 22 Mei

    Dari 58 anak yang dititipkan, kata Neneng, sebanyak 17 telah dikembalikan kepada orangtua setelah melalui proses diversi. Sedangkan sisanya akan direhabilitasi selama 1-6 bulan. Anak yang direhabilitasi selama 1 bulan ada 23 orang dan sisanya 6 bulan karena sebagai pelaku kerusuhan. "Yang satu bulan direhabilitasi adalah anak yang ikut-ikutan. Setelah direhabilitasi mereka akan dikembalikan kepada orang tuanya."

    Neneng menuturkan, sembilan anak yang terlibat kerusuhan 21-22 Mei dan ditolak diversi oleh polisi masih mempunyai kesempatan mengajukan diversi ke Kejaksaan. "Belum tertutup proses diversi untuk sembilan anak itu," ujarnya.

    ADAM PRIREZA | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.