Hingga 19 Juni, 4 Juta Pengunjung Datangi PRJ

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana hari ke-5 di Jakarta Fair Kemayoran 2018, Ahad, 27 Mei 2018 (Andita Rahma)

    Suasana hari ke-5 di Jakarta Fair Kemayoran 2018, Ahad, 27 Mei 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2019 atau Jakarta Fair Kemayoran diperkirakan mencapai lebih dari empat juta orang. Jumlah itu terhitung sejak PRJ dibuka pada 22 Mei hingga 19 Juni 2019.

    Baca: Diskon 50 Persen Tiket Masuk PRJ, Begini Caranya

    "Saya perkirakan sudah melewati angka empat juta dan itu sudah cukup tinggi," kata Marketing Director PT JIExpo Ralph Scheunemann saat ditanya di Media Center Jakarta Fair Kemayoran 2019 di Jakarta, Rabu.

    Jumlah kunjungan tersebut, menurut dia, tidak terlalu berbeda bahkan sedikit meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang juga mencapai angka sekitar empat juta.

    Peningkatan tersebut, kata dia, berkat musim penghujan yang tidak terlalu intens sehingga banyak warga yang menghabiskan waktu di PRJ untuk berbelanja maupun menikmati beragam hiburan.

    Tiket murah yang ditawarkan pada Senin-Kamis, juga menjadi faktor pendongkrak kunjungan. "Ada peningkatan berkat tiket murah di hari biasa," ujarnya.

    Scheunemann menargetkan total pengunjung hingga hari terakhir penyelenggaraan festival, pada 30 Juni, akan mencapai 6,5-6,6 juta pengunjung dengan nilai transaksi bisnis mencapai Rp7,5 triliun.

    Ia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat masih tersisa 11 hari lagi sebelum PRJ 2019 berakhir.

    Baca: Kerak Telor Jadi Jajanan Favorit pengunjung di PRJ

    PRJ atau Jakarta Fair Kemayoran 2019 diselenggarakan sejak 22 Mei hingga 30 Juni, dengan harga tiket masuk khusus Senin sebesar Rp25.000, sedangkan Selasa-Kamis Rp30.000, dan Jumat hingga Minggu Rp40.000. Festival yang digelar menjelang HUT Jakarta tersebut diikuti 2.700 perusahaan, dengan 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.