Kabupaten Tangerang Siapkan Rusunawa Khusus Buruh

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan Kampung Bulak Indah Kel. Serua, Ciputat, Tangerang Selatan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan Kampung Bulak Indah Kel. Serua, Ciputat, Tangerang Selatan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bersubsidi khusus buruh dan warga berpenghasilan rendah.

    Baca: Tunggakan Penghuni Rusunawa di Jakarta Mencapai Rp 27,8 Miliar

    "Target kami Rusunawa ini sudah mulai dibangun tahun 2021 mendatang," ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar kepada Tempo, Kamis 20 Juni 2019.

    Zaki mengatakan rusunawa ini nantinya akan dibangun di setiap zona industri di Kabupaten Tangerang. Untuk wilayah Utara hunian vertikal ini dibangun di Kecamatan Pasar Kemis, Sepatan, Rajeg. Wilayah tengah di kecamatan Curug, wilayah Barat di Kecamatan Cikupa, Tigaraksa, Balaraja dan wilayah Selatan di Kecamatan Legok.

    "Rusunawa dbangun disetiap zona industri, populasi yang padat menjadi prioritas," kata Zaki.

    Menurut Zaki, setiap rusunawa yang akan dibangun terdiri dari satu tower, lima lantai dan 100 kamar. "Nantinya buruh atau masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat memiliki Rusunawa ini dengan sertifikat hak guna pakai, tentunya dengan harga yang terjangkau," katanya. 

    Untuk pembangunan setiap unit rusunawa ini, kata Zaki, ada tiga cara yang bisa dilakukan. Pertama dibangun oleh pemerintah, kedua dibangun BUMD dan ketiga dibangun oleh setiap perusahaan. "Kami terbuka jika perusahaan atau industri yang mau bangun sendiri untuk buruhnya silakan, beli tanah dan bangun rusunawanya, nanti yang kelola perusahaan itu sendiri."

    Baca: Dinas Perumahan Cabut Larangan Kampanye di Rusunawa

    Menurut Zaki, untuk pembangunan rusunawa bersubsidi ini sedang menunggu penerbitan Peraturan Daerah tentang Rusunawa yang kini masih digodok DPRD Kabupaten Tangerang. "Kalau Perdanya sudah jadi baru kami bisa mulai, karena semua konsep, tata kelola diatur dalam Perda itu."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.