Saham Bir Hasilkan Rp 100,4 Miliar untuk DKI, Terbesar Dalam Sejarah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi dukungan kepada Gubernur Anies Baswedan untuk menjual saham bir PT Delta Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. Demo ini digelar oleh Front Pembela Islam (FPI) bersama sejumlah ormas Islam dan masyarakat Betawi. TEMPO/Melgi Anggia

    Aksi dukungan kepada Gubernur Anies Baswedan untuk menjual saham bir PT Delta Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. Demo ini digelar oleh Front Pembela Islam (FPI) bersama sejumlah ormas Islam dan masyarakat Betawi. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima dividen atau laba Rp 100,48 miliar di tahun 2019 dari kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta.

    Baca: DKI Musnahkan Miras Tapi Punya Saham Bir, Anies Baswedan: Ironis

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi menjelaskan pendapatan itu lebih besar dua kali lipat dari usulan Pemprov DKI saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

    Pada saat RUPS, Pemprov DKI mengusulkan agar dividen per lembar saham Rp 240,12 atau maksimal Rp 260 per lembar saham. "Faktanya yang disetujui dan diputuskan RUPS adalah dividen per lembar saham Rp 478. Tentunya DKI Jakarta menghargai dan mematuhi keputusan RUPS," ujar Riyadi saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Juni 2019. 

    Dengan penetapan dividen dua kali lipat lebih besar daripada usulan, maka Pemprov DKI mendapat laba berlipat hingga Rp 100,4 miliar.

    Ini laba terbesar didapatkan Pemprov DKI selama memiliki saham bir di PT Delta. Pada tahun 2018, laba yang diterima Pemprov DKI dari perusahaan bir itu hanya Rp 54,6 miliar.

    Pada saat ini Pemprov DKI memiliki saham sebanyak 210.200.700 lembar. Angka itu setara dengan 26,25 persen kepemilikan saham di produsen bir Anker itu. Setiap tahun, PT Delta rajin membagikan dividen kepada Pemprov DKI yang nilainya terus naik. 

    Meskipun nilai dividen saham bir terus menanjak, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk menjual saham Pemprov DKI di perusahaan itu. Salah satu alasan Anies ngotot menjualnya, karena ingin membangun Jakarta dengan “dana halal.” Dia juga merasa dividen yang diberikan PT Delta masih kalah jauh dari APBD DKI.

    Baca: Tarik Ulur Penjualan Saham Bir Milik DKI Lintas Gubernur

    Anies Baswedan memperkirakan saat saham bir milik Pemprov DKI di PT Delta dijual, maka besarannya dapat mencapai Rp 1,2 triliun. Uang sebesar itu, menurut Anies, lebih baik digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti salah satunya akses pipa air bersih untuk masyarakat. "Saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih bukan air beralkohol. Itu kebutuhan Jakarta hari ini," kata Anies pada Maret 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.