9 Orang Berminat Jadi Wakil Bupati Bekasi, Dari Mana Asal Mereka?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Eka Supriatmaja sebagai Pelaksana Tugas (Plt)  Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2017-2022  di aula Barat Gedung Sate Bandung.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Eka Supriatmaja sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2017-2022 di aula Barat Gedung Sate Bandung.

    TEMPO.CO, Bekasi -Sebanyak sembilan orang mendaftar menjadi bakal calon wakil Bupati Bekasi masa jabatan periode 2017-2022.

    Kursi orang nomor 2 di Kabupaten Bekasi ini sekarang kosong setelah Eka Supria Atmaja resmi menjadi Bupati Bekasi definitif menggantikan Neneng Hasanah Yasin yang tersandung kasus suap proyek Meikarta.

    Baca : Lantik Bupati Baru, Ridwan Kamil Sebut Banyak Godaan di Bekasi

    "Kami membuka pendaftaran sampai 2 Juli mendatang," kata Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Son Haji pada Senin, 24 Juni 2019.

    Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja memenangi Pilkada Kabupaten Bekasi pada 2017 lalu. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar yang berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional, Nasdem dan Hanura. Pasangan ini menang dengan suara hingga 60 persen lebih dari empat pasangan lainnya.

    Di tengah perjalanan, Neneng tersandung kasus suap proyek Meikarta yang dikembangkan oleh Lippo Grup. Neneng divonis enam tahun penjara. Tak hanya Neneng, lima anak buahnya terjerat kasus serupa, dan mendapatkan vonis lebih ringan ketimbang Neneng.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lalu melantik Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi definitif melanjutkan Neneng sampai 2022 mendatang. Partai Golkar yang dominan di DPRD berhak menentukan Wakil Bupati mendampingi Eka, sehingga sejak pekan lalu dibuka pendaftaran.

    "Sekarang baru sembilan orang, berbagai latar belakang," ujar dia.

    Sembilan itu lima diantaranya merupakan dari internal Partai Gokjar yaitu Muhtada Sobirin, Siti Qomariyah , Amin Fauzi, Obing Fahrudin, dan Iip Syarif Bustomi. Sedangkan empat orang lainnya, dua merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu Juhandi, dan Dadan Setiawan, dan terakhir adalah mantan ASN yaitu Dadang Mulyadi dan Muhajirin.

    "Sebenarnya 10 orang, tapi satu orang mundur," kata dia.

    Son Haji menambahkan, hasil penjaringan bakal calon akan diserahkan ke DPP Partai Golkar. Di sana para kandidat akan diuji sampai mengerucut dua orang lalu diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi oleh Bupati untuk dipilih melalui rapat paripurna. "Untuk target tergantung DPP yang mengeluarkan rekomendasi," ujar dia.

    Baca : Neneng Mundur, Ridwan Kamil Lantik Bupati Bekasi yang Baru

    Salah satu bakal calon Juhandi mengaku berminat menjadi Wakil Bupati Bekasi karena memiliki pengalaman di birokrat. Juhandi saat ini menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kabupaten Bekasi.

    "Saya pernah menjadi Sekdes, dan sekarang menjadi Kepala Bapenda, jadi paham betul dalam mengelola tata pemerintahan hingga keuangan daerah," ucap dia soal keikutsertaan di bursa Wakil Bupati Bekasi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.