Bayi Dibuang, Ayahnya Ditahan dan Ibu Mengaku Depresi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi tidur. Shutterstock

    Ilustrasi bayi tidur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita berinisial N, 20 tahun, tega mengenyahkan bayinya, AN, yang baru berumur 1 tahun 7 bulan. Bayi dibuang lalu ditemukan oleh petugas keamanan perumahan di sekitar jembatan Perumahan Intercon, Meruya Utara, Jakarta Barat, kemarin, Ahad petang, 23 Juni 2019.

    Saat ditemukan, bayi tergeletak di tanah masih mengenakan jaket, kaos, dan celana pendek serta memakai sepatu. "Kami langsung bawa anaknya semalam di Rumah Sakit Kembangan," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kembangan Ajun Komisaris Mubarak saat dikonfirmasi hari ini, Senin, 24 Juni 2019.

    BacaBayi Dibuang di Kali Kosambi, Polisi Cari Orang Tua

    Menurut Mubarak, di rumah sakit bayi AN diberikan susu oleh perawat. Tapi, kondisi fisik bayi kurang sehat karena kurang gizi.

    Dia menuturkan bahwa sekitar pukul 03.00 dini hari tadi, Senin, 24 Juni 2019, N mendatangi Polsek Kembangan. Dia diantar oleh orangtuanya, M (50). N lantas diinterogasi. Diduga N menjadi pelaku kasus bayi dibuang karena depresi masalah keuangan.

    "Karena masalah ekonomi. Suaminya ditahan di Lapas Cipinang, ada masalah pencurian kendaraan bermotor. Dia jadi depresi dan buang anaknya," kata Mubarak.

    Baca jugaBayi Dibuang di Bandara Soekarno - Hatta, Polisi Periksa 3 Saksi 

    Polisi masih mendalami kemungkinan si pelaku mengalami gangguan jiwa. Namun, jika terbukti tidak mengidap gangguan jiwa, kata Mubarak, N akan didisik.

    Ihwal nasib bayi dibuang, Mubarak mengatakan polisi akan menyerahkannya kepadakeluarga. "Kepada kakeknya yang datang tadi pagi."

    M. YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?