Massa PA 212 Berduyun Datangi Mahkamah Konstitusi, Tuntutannya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa aksi Halal bi Halal Persaudaraan Alumni 212 mulai berdatangan ke Gedung Mahkamah Konstitusi , Senin, 24 Juni 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq

    Sejumlah massa aksi Halal bi Halal Persaudaraan Alumni 212 mulai berdatangan ke Gedung Mahkamah Konstitusi , Senin, 24 Juni 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Massa aksi Halal bi Halal Persaudaraan Alumni alias PA 212 mulai berdatangan ke Gedung Mahkamah Konstitusi. Sekitar 30 orang datang dengan membawa sejumlah poster dan satu unit mobil komando.

    "Ya kami peserta Halal bi Halal," ujar salah satu anggota massa Abdullah saat ditemui di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin, 24 Juni 2019.

    Baca : Polri Larang PA 212 Gelar Aksi di Depan Gedung MK

    Abdullah mengatakan aksi ini untuk meminta MK independen dalam memutuskan hasil sidang gugatan Pemilihan Presiden 2019 yang diajukan oleh pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Sandiaga Uno.

    Abdullah mengatakan kegiatan ini akan berlanjut hingga MK mengeluarkan putusan tersebut. Abdullah menjamin jika aksi itu akan berjalan damai dan tertib . ''Sampai MK mengeluarkan putusan, setiap hari kami akan kembali beraksi," ujarnya.

    Sebelumnya juru bicara PA 212, Novel Bamukmin mengatakan   kegiatan Halal bi Halal tersebut bertujuan
    untuk mendorong majelis hakim konstitusi agar segera mendiskualifikasi calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin. Selain itu, melalui aksi ini, PA 212 ingin mendorong majelis hakim bertindak adil dan independen.

    "Tuntutannya agar hakim MK bertindak adil dan tidak takut akan intervensi dari pihak mana pun untuk segera mendiskualifikasibi Jokowi - Ma'ruf," ujar Novel saat dihubungi kemarin.
    dia.

    Baca : PA 212 Mau Halal Bi Halal, Polisi Imbau Tak Demo di Depan MK

    Menurut Novel, bukan hanya PA 212 yang akan menggelar aksi di MK. Akan ada rangkaian aksi lain yang digelar pada 24, 25, 27, dan 28 Juni 2019. Namun ia tak merinci detail siapa saja pihak-pihak yang akan menggelar aksi. Ia hanya menyebut aksi akan dilakukan oleh ormas dan elemen lain.

    Sidang MK, yang turut dikawal PA 212, dengan perkara sengketa Pilpres 2019 ini digelar mulai Jumat, 14 Juni 2019. Setelah rangkaian pemeriksaan saksi dan bukti ditutup pada Jumat, 21 Juni 2019, majelis hakim konstitusi akan menggelar sidang putusan sengketa perkara hasil pilpres 2019 pada Jumat pekan depan, 28 Juni 2019

    TAUFIQ SIDDIQ | FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.